Investor Bursa di Jatim Capai 45 Ribu - Masuk Peringkat Tiga

NERACA

Surabaya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor di Jawa Timur mencapai 45.000 orang per 30 Januari 2015, karena kian besarnya minat masyarakat menanamkan dananya di pasar modal Indonesia,”Padahal, jika dilihat dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tingkat literasi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah atau hanya dua persen," kata Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan dan Perencanaan Strategis KSEI, Alec Syafruddin di Surabaya, Kamis (12/2).

Sementara, ungkap dia, secara nasional jumlah investor domestik di pasar modal Indonesia ada 360.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.000 investor asal Surabaya,”Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan dengan akhir Januari tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 21.000 investor," ujarnya.

Di sisi lain, jelas dia, dilihat dari data Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2013 dana masyarakat yang tersimpan di bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat di kota Surabaya mencapai Rp3,778 triliun. Performa tersebut sangat besar dibandingkan dengan total nilai aset investor Jatim di pasar modal senilai Rp24 triliun,”Walau begitu, jumlah investor itu juga masih sangat sedikit. Khususnya kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk kota Surabaya yang telah mencapai sekitar 2,8 juta jiwa atau masih kurang dari satu persen," tuturnya.

Secara nasional, tambah dia, jumlah investor Provinsi Jatim berada pada urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Padahal sampai sekarang potensi masyarakat Jatim untuk menjadi investor di pasar modal sangat besar,”Khusus untuk Kota Surabaya saja prosentase penduduk usia produktif sangat dominan mencapai yaitu mencapai 72,11%," ucapnya.

Dia optimistis, melalui program sosialisasi dan edukasi serta pengembangan infrastruktur dan juga program perlindungan investasi di pasar modal diharapkan masyarakat Jatim bisa semakin memahami. Bahkan ada keinginan untuk mulai berinvestasi di pasar modal,”Untuk langkah awal menarik minat dan mempermudah akses masyarakat berinvestasi di pasar modal, sejak tahun 2014 KSEI telah melakukan kerjasama dengan perbankan melalui 'Co-branding' Fasilitas AKSes yang terintegrasi dengan jaringan ATM perbankan," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, melalui fasilitas AKSes, KSEI telah memberikan salah satu bentuk perlindungan dini bagi investor dengan cara memberikan transparansi informasi bagi investor untuk dapat secara langsung memantau investasi yang disimpan.

Asal tahu saja, KSEI mencatat pada priode triwulan IV/2014, kepemilikan saham masih didominasi investor asing dengan total kepemilikan sebesar 65%, turun 1% dari periode sebelumnya. Meski demikian asing masih mendominasi kepemilikan saham di pasar modal. Namun nilai kepemilikan tersebut hanya meningkat tipis dari Rp1.842,79 triliun menjadi Rp1.864,97 triliun.

Peningkatan juga dicatatkan pada nilai kepemilikan saham oleh investor lokal sebesar Rp12,67 triliun, dari Rp1.014,08 triliun pada triwulan III/2014 menjadi Rp1.026,75 triliun pada triwulan IV, dengan total kepemilikan saham mencapai 36%. Lebih dari setengah pemegang efek dari investor lokal berasal dari tipe pemegang efek corporate sebesar 54%, disusul dengan individu sebesar 16,5%. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Platform Bersama e-KYC - Dukcapil Tegaskan Tak Ada Pemberian Data NIK

Era digital yang serba cepat dan agile, industri perbankan dituntut untuk menyediakan layanan berbasis teknologi digital. Layanan digital akan memudahkan…

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…