Nippon Indosari Belum Naikkan Harga Jual - Incar Penjualan Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta – Kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar listrik untuk industri beberapa waktu lalu, diyakini perusahaan produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) tidak memberikan dampak signifikan terhadap cost produksi perseroan. Oleh karena itu, perseroan belum ada rencana kenaikan harga jual produk.

Corporate Secretary ROTI, Stephen Orlando mengatakan, kenaikan tarif listrik dinilai tidak signifikan terhadap dampak cost produksi,”Hingga saat ini, perseroan belum berencana menaikkan harga jual,”katanya di Jakarta, Kamis (12/2).

Padahal sebelumnya, perseroan pernah bilang, bakal menaikkan harga seiring dengan beberapa dampak yang pengaruhi biaya produksi dan termasuk imbas pelemahan kurs rupiah. Pasalnya, kebutuhan gandum di dalam negeri masih di dapatkan dengan mengimpor. Oleh sebab itu, menaikkan harga menjadi cara untuk mengkompensasi meningkatnya biaya produksi akibat harga gandum makin mahal.

Namun, hingga saat ini, rupanya Nippon Indosari belum berencana mengerek harga. Perusahaan itu memilih senantiasa meninjau ulang portofolio produk Sari Roti untuk menjaga pangsa pasar. Tahun ini, kata Stephen, perseroan menargetkan penjualan naik 20%. Faktor pendukung pertumbuhan penjualan tahun ini didukung dari demand market yang masih tinggi.

Kemudian faktor lainnya yaitu pertumbuhan masyarakat kelas ekonomi menengah yang masih besar. Di sisi lain, pangsa pasar ROTI yang masih luas dan kekuatan brand Sari Roti. Sebagai catatan, perseroan sepanjang tahun lalu membidik penjualan diangka Rp1,88 triliun. Dengan target penjualan naik 20% maka hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan penjualan sebersar Rp2,25 triliun,”Untuk mencapai target tersebut, kita akan menjaga kualitas produk dan roti yang terjangkau bagi masyarakat,”kata Stephen.

Dirinya optimistis, target pertumbuhan penjualan tahun ini akan tercapai. Pasalnya, berdasarkan peringkat PT Pefindo pangsa pasar nasional perseroan mencapai 90% untuk mass production brand. Kemudian tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp350 miliar.

Kata Stephen, belanja modal ini akan digunakan perseroan untuk ekspansi melalui penambahan lini produksi. Selain itu, juga digunakan untuk penambahan mesin baru,”Ekspansi sama dengan tahun sebelumnya. Kita tetap melakukan pengembangan produk dan mudah-mudahan akan ada penambahan produk di 2015,”tuturnya.

Perseroan pada tahun ini tidak memiliki rencana menambah pabrik baru. Meski demikian, anggaran belanja modal siap digunakan untuk membeli mesin, sehingga kapasitas produksi perseroan bisa meningkat. Disebutkan, capex Rp350 miliar ini bukan hanya untuk penambahan mesin baru, tapi juga untuk mendukung kinerja perseroan tahun ini, termasuk perawatan mesin.

Pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Nippon Indosari Corpindo Tbk memutuskan mengangkat Gidion Slamet Oetomo selaku Komisaris Independen perseroan. Pengangkatan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi Komisaris Independen yang sebelumnya dijabat Seah Kheng Hong Conrad. (bani)

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…