Lahan 800 Hektar Jadi Sengketa

NERACA

Sukabumi- Persoalan lahan seluas 800 hektar di blok Cisujen atas warga empat desa dan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perum Perhutani terus bergulir. Warga penggarap masihmengklaim bahwa lahan tersebut merupakan lahan desa yang dititpkan puluhan tahun silam.

Puncaknya, ADM KPH Perum Perhutani, Wijanarko , mengajak pihak yang merasa memiliki lahan dan Muspida membahas kembali persoalan tersebut di gedung Aula Perum Perhutani KPH SUkabumi, Rabu (14/9).

Namun pihak Perum Perhutani “keukueh” lahan itu milik mereka dengan bukti-bukti kuat karena memiliki Berita Acara Tata Batas Hutan (BATBH) yang dirilis pada 9 September 1919. “ Kami memiliki bukti sah akan penguassan lahan itu. Sedangkan masyarakat yang mengklaim tidak meiliki bukti yang bisa menyatakan lahan di blok Cisujen milik masyarakat atau Desa” terang Wijanarko.

Dari itu, ungkap Wijanarko, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, pihaknya meminta warga yang mengklaim untuk menunjukkan bukti serta melakukan peninjauan lokasi, “ Kami meminta warga menunjukkan bukti. Dan kita akan mengajak yang merasa memiliki lahan untuk melakukan peninjauan lokasi minggu depan” papar Wijanarko.

Sementara perwakilan masyarakat yang dituding provokator, menyatakan akan meminta pihak BPN untuk menunjukkan bukti-bukti lahan, “ Kalau tokh lahan itu secara agrarian milik Perum Perhutani, saya akan menyampaikan kepada masyarakat. Namun hingga sekarang bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Perum Perhutani belum bisa kami terima karena adanya perbedaan data” tegas perwakilan masyarakat.

BERITA TERKAIT

Pendataan Luas Lahan Sawit Harus Dipertajam Agar Valid

  NERACA Jakarta - Persoalan pendataan yang akurat terhadap luas lahan kelapa sawit yang terdapat di seluruh Nusantara masih dipermasalahkan berbagai pihak sehingga…

CHK Komitmen Tangani Sengketa Pemilu Secara Profesional

CHK Komitmen Tangani Sengketa Pemilu Secara Profesional NERACA Jakarta - Calon Hakim Konstitusi (CHK) Aswanto menegaskan bahwa dirinya dan Wahiddudin…

Meredam Kebakaran Hutan dan Lahan

Kerap kali perusahaan membuka lahan konsesi dengan menebang dan membakar hutan. Demikian pula dengan pola hidup masyarakat yang kerap kali…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Imigrasi Kota Depok Berlakukan Wilayah Bebas Korupsi

Imigrasi Kota Depok Berlakukan Wilayah Bebas Korupsi NERACA Depok - Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Jawa Barat berlakukan sistem…

Harga Bawang Merah di Sukabumi Terus Alami Kenaikan

Harga Bawang Merah di Sukabumi Terus Alami Kenaikan NERACA Sukabumi - Komoditas bawang merah minggu ini mengalami kenaikan harga dari…

Kementan Dorong Pengembangan Peternakan di Kawasan Jagung Banten

Kementan Dorong Pengembangan Peternakan di Kawasan Jagung Banten NERACA Lebak - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten…