DPR Pangkas Usulan PMN AP II dan Antam

NERACA

Jakarta - Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 27 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah disetujui oleh Komisi VI DPR RI. Namun, dana usulan PMN untuk beberapa BUMN seperti PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk harus dipangkas. PMN Angkasa Pura II dipangkas dari Rp3 triliun menjadi Rp2 triliun. Sementara untuk Aneka Tambang dipangkas dari Rp7 triliun menjadi Rp3,5 triliun.

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan alasan pemangkasan usulan PMN untuk kedua perusahaan itu adalah karena kebutuhan perusahaan mengajukan PMN akan dialokasikan untuk pembebasan lahan sehubungan dengan pembangunan runway tiga bandara Soekarno-Hatta. Dengan peruntukan demikian, Komisi VI menilai anggaran PMN sebesar Rp2 triliun sudah sangat cukup.

Rini juga menilai pemangkasan usulan anggaran PMN Angkasa Pura II juga didukung kinerja keuangan masih dalam kondisi sehat. Lagipula kinerja keuangannya masih ditambah dari kemampuan perusahaan dengan meminjam dari perbankan."Menurut Komisi VI DPR RI, Rp2 triliun sudah cukup untuk pembebasan lahan," kata Rini di Jakarta, Rabu (11/2).

Sedangkan untuk Aneka Tambang, alasannya karena Antam masih memiliki tiga proyek yang masih operasional. Satu diantaranya proyek feronikel di Halmahera dan dua lainnya, proyek Alumina di Mempawah. Menurut Rini, berdasarkan usulan dari Komisi VI DPR RI, proyek Alumina di Mempawah agar Antam dapat bersinergi dengan PT Inalum (Persero) Tbk agar hemat modal.

Dia menjelaskan dengan mengikutsertakan Inalum dalam proyek Alumina, nantinya Inalum juga akan mendapatkan PMN dari proyek tersebut. Kendati demikian berapa persen yang akan diberikan kepada Inalum, Kementerian BUMN masih menghitung besarannya."Kami setuju dengan usulan dari Komisi VI DPR RI agar proyek Alumina disinergikan dengan Inalum," ujar Rini.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya mengapresiasi keputusan yang dikeluarkan oleh DPR karena ikon dari Angkasa Pura II adalah bandara Soekarno Hatta yang juga kebanggaan Indonesia. Dia menilai pemerintah telah memperhatikan secara materi yang diperoleh dan moril berupa support untuk pengembangan bandara.

Namun, menurutnya support tersebut tentunya memiliki konsekuensi dari pengembangan bandara Soekarno Hatta. Konsekuensi dari pemangkasan usulan anggaran PMN tersebut, nantinya akan sedikit berdampak terhadap pengembangan bandara Soekarno Hatta.

Sebab jika pengembangan Soekarno Hatta selalu memakan waktu tentunya akan berdampak terhadap biaya yang ditimbulkan akan semakin tinggi."Terlepas dari itu semua, kami mengapresiasi keputusan DPR," kata Budi. [mohar]

BERITA TERKAIT

Ayam Geprek Menara Tawarkan Sistem Waralaba

  NERACA Jakarta - Menu makanan ayam dari dulu sampai sekarang sangat banyak digemari di semua kalangan masyarakat. Mulai dari…

Mobvista Ungkap Peluang Besar dalam Konten Video

  NERACA Jakarta - Platform teknologi penyedia jasa mobile advertising dan analytic, Mobvista mengungkap bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat…

Pindahkan Ibukota, Bappenas Minta Saran Tokoh Dayak

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta saran dari para…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

    NERACA   Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementeriaan Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah…

Jaloor.com Buka Jalur Ekspor untuk UMKM

  NERACA   Tangerang - Pemerintah mendorong agar pelaku usaha bisa melakukan ekspor, hal itu agar membuat neraca perdagangan tak…

Sebulan Beroperasi, Masduit Berhasil Jual 1 Kg Emas

    NERACA   Jakarta - Aplikasi jual beli emas, Masduit berhasil mencatatkan penjualan hampir 1 kg emas sejak dimulainya…