Dana Penjaminan LPS Masih Rendah

NERACA

Jakarta - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan, Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan total dana penjaminan yang dikelola saat ini mencapai Rp48,45 triliun, atau masih relatif rendah yakni 1,17% dari total simpanan perbankan yang sebesar Rp4.127 triliun. "Di Undang-Undang targetnya sekitar 2,5%. Ini artinya dengan kondisi yang sekarang idealnya kita punya dana sekitar Rp100 triliun," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/2).

Kartika juga menuturkan, untuk mencapai angka ideal tersebut tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat, namun pihaknya akan terus berupaya mewujudkannya dalam beberapa tahun ke depan. Total aset LPS sendiri pada 2014 mengalami kenaikan sekitar Rp6,5 triliun menjadi Rp49,78 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp43,29 triliun.

"Kenaikan aset tersebut ditopang oleh meningkatnya pendapatan premi penjaminan dan pendapatan hasil investasi," paparnya. Pendapatan premi penjaminan LPS pada 2014 mencapai Rp10,8 triliun, dibandingkan pendapatan premi pada tahun sebelumnya Rp7 triliun.

Sementara itu, pendapatan hasil investasi mencapai Rp2,8 triliun dibandingkan pendapatan investasi 2013 Rp2 triliun. "Proyeksi kami, pada 2032 pendapatan hasil investasi akan lebih besar dari pendapatan premi," ujar Kartika.

Berdasarkan data penerimaan premi dan hasil investasi kumulatif 2005-2014, pendapatan premi LPS mencapai Rp42,85 triliun, sedangkan pendapatan hasil investasi mencapai Rp12,56 triliun. Secara total, pendapatan LPS dari keduanya mencapai Rp55,41 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

Infrastruktur Berkualitas Rendah - Oleh ; EdyMulyadi, Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden JokoWidodo itu…

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…