Tekad “Membumikan” Pasar Modal Syariah - OJK Janjikan Insentif

NERACA

Jakarta –Guna memajukan industri pasar modal syariah dan mendorong jumlah investor lokal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) begitu agresif mendorong pertumbuhan pasar modal syariah yang diakui potensi pasarnya belum digali secara optimal. Maka untuk itu, tahun ini pihak OJK menjadikan sebagai tahun paasar modal syariah, disamping penyusunan road map pasar modal syariah.

Berbagai macam cara OJK untuk menyemarakkan pasar modal syariah dan salah satunya dengan memberikan insentif terhadap produknya agar lebih diminati oleh investor,”Pada 2015 merupakan tahun pasar modal syariah, sebagai regulator tentunya akan berupaya untuk mengembangkan pasar modal syariah, semua produknya akan kita dorong agar lebih berkembang salah satunya dengan memberikan insentif,”kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, salah satu hal yang akan dilakukan untuk mengembangkan pasar modal syariah yakni penyempurnaan peraturan terkait penerbitan efek syariah dan penyusunan peraturan baru yang terkait dengan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

Selain itu, lanjut dia, OJK sedang mengkaji kemungkinan pengenaan pungutan yang lebih rendah untuk produk syariah di pasar modal serta kerjasama dengan instansi terkait antara lain kejelasan beberapa aturan terkait perpajakan.

Nurhaida juga mengungkapkan, saat ini road map pasar modal syariah masih di susun sebagai pedoman regulator dan "stakeholders" dalam menentukan arah kebijakan dalam lima tahun ke depan,”Roadmap berfokus pada lima sektor yaitu penguatan regulasi, peningkatan 'supply and demand', pengembangan SDM, promosi dan edukasi serta sinergi kebijakan dengan pihak terkait,”ujar Nurhaida.

Selain itu, untuk meningkatkan penetrasi pasar atas produk syariah di pasar modal, Nurhaida mengatakan bahwa OJK akan terus melakukan kegiatan "awareness" dan "outreach". Implementasi kegiatan ini antara lain melalui kegiatan "entering the market" untuk BUMN dan calon emiten, peningkatan "awareness" kepada ormas keagamaan seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, "call for paper", penyuluhan kepada pelaku pasar, waratwan, universitas, dan masyarakat umum,”Kontribusi produk syariah di pasar modal terhadap industri masih memiliki peluang besar untuk dtingkatkan,”ungkapnya.

Data OJK per 6 Februari 2015, nilai kumulatif penerbitan sukuk korporasi mencapai Rp12,9 triliun yang diterbitkan 33 perusahaan. Nilai "outstanding" sukuk korporasi mencapai Rp12,9 triliun dengan pangsa pasar 3,2% dan "outstanding" sukuk negara mencapai Rp206,7 triliun dengan pangsa pasar 10,6%. Sedangkan outstanding reksa dana syariah pada periode sama mencapai Rp11,25 triliun dengan pangsa pasar 4,63%.

Saat ini, Nurhaida mengemukakan bahwa mayoritas saham emiten di Indonesia termasuk sebagai saham syariah. Jumlah saham syariah saat ini mencapai 336 saham dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp3.011 triliun atau 56,4% dari kapitalisasi seluruh saham. Dalam mendorong pengembangan pasar modal syariah, OJK mengadakan kegiatan lomba logo dan "tagline" pasar modal syariah. Kegiatan itu juga merupakan salah satu rangkaian pencanangan tahun 2015 sebagai tahun pasar modal syariah. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

UNTR Siapkan Belanja Modal US$ 800 Juta

Danai pengembangan bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja keuangan di tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengalokasikan belanja modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…