DPRD Jabar Dorong Pembangunan Irigasi

NERACA

Bandung - DPRD Jabar menaruh perhatian besar pada upaya penguatan ketahanan pangan, apalagi menghadapi situasi kemarau panjang seperti sekarang yang berdampak pada terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah di Jabar. Jika dibiarkan hal tersebut tentunya akan mengancam ketahanan pangan.

Menyikapi potensi ancaman tersebut, DPRD Jabar mendorong upaya penguatan pembangunan irigasi mengingat salah satu pendukung keberlangsungan pangan seperti komoditi beras ditunjang oleh irigasi yang memadai.

”DPRD Jabar, sebagai komitmen mendukung ketahanan pangan dalam tahun 2012 mendatang akan mendorong adanya peningkatan anggaran untuk pembangunan irigasi,” ujar Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanaga dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor DPRD Jabar (13/9).

Irfan, lebih lanjut memaparkan, merujuk kepada laporan pihak Dinas PSDA yang dipaparkan dalam rapat kondisi kekeringan di sejumlah wilayah di Jabar dalam musim kemarau kali ini sudah terjadi, tetapi belum mengganggu persediaan pangan.

Dari data yang dipaparkan pihak Dinas PSDA terungkap puso di Jabar telah menyerang areal seluas 0,04% dari lahan sawah yang ditanam padi di Jabar. Pihak Dinas PSDA juga sudah mengantisipasi kekeringan yaitu melalui fasilitasi pengadaan pompa air sebanyak 15.500 unit dan pengadaan lumbung pangan sebanyak 300 unit.

Sehubungan dengan dorongan penguatan pembangunan irigasi, imbuh Irfan DPRD Jabar juga mendukung rencana program lainnya yang berorientasi pada penguatan sarana yang menunjang langkah antisipasi menghadapi kekeringan seperti pengadaan reservoar air dan pengadaan embung-embung.

Sementara itu, Kadis PSDA Jabar Deddi Mulyadi dalam rapat dengar pendapat di DPRD melaporkan beberapa hal. Menurut dia, luas areal sawah yang ditanami padi di Jabar tercatat 1.087 Ha. Dari luas sawah tersebut, 974.000 atau sebanyak 89% merupakan sawah beririgasi dan sawah tadah hujan seluas 114.000 Ha atau mencapai 10,5%.

Adapun kewenangan Provinsi atas areal sawah seluas 87.000 Ha. Terkait dengan kewenangan itu, irigasi sebanyak 61,72% ada dalam kondisi baik serta sisanya ada dalam kondisi rusak ringan dan berat. Untuk irigasi yang rusak berat mencapai 13,5%.

Dalam rangka mendorong perbaikan irigasi yang sangat menunjang keberlangsungan areal sawah, di tahun ini irigasi dalam kondisi baik ditargetkan dapat mencapai 62,74% atau meningkat sebesar 1,02%.

Related posts