Lagi, Laju IHSG Melanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta- Seharian, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau dengan tren penguatan. Aksi beli di saham-saham lapis dua menjadi pemicu menguatnya indeks harga saham gabungan (IHSG). Namun penguatan IHSG kali ini belum mampu cetak rekor baru.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, kepercayaan investor asing terhadap industri pasar modal domestik masih cukup tinggi sehingga IHSG BEI bergerak terangkat,”Aliran dana asing yang masuk menjadi penopang indeks BEI meski dibayangi pelemahan mata uang rupiah," katanya di Jakarta, Rabu (11/2).

Menurut dia, masih masuknya aliran dana asing menunjukan kondisi pasar modal domestik cukup baik sehingga potensi untuk melanjutkan penguatan masih terbuka dan dapat kembali menembus rekor baru nantinya. Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak di kisaran 5.282-5.389 poin dengan potensi masih dapat melanjutkan penguatan.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (11/2), IHSG ditutup tumbuh 15,045 poin (0,28%) ke level 5.336,519. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 5,261 poin (0,57%) ke level 926,166. Rekor intraday tertinggi IHSG dicetak Senin 9 Februari lalu di level 5.375,088. Sedangkan rekor penutupannya di 5.348.47 setelah menguat 5,95 poin (0,11%).

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 602,8 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 227.539 kali dengan volume 5,675 miliar lembar saham senilai Rp 5,193 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 154 turun, dan 112 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan sore dengan mixed. Bursa saham Tiongkok dan Singapura berhasil bertahan di zona hijau. Bursa saham Jepang tutup menyambut National Foundation Day. Pelaku pasar di Asia berburu saham atas harapan membaiknya ekonomi Uni Eropa.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Surya Toto (TOTO) naik Rp 400 ke Rp 4.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 375 ke Rp 25.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 17.100, dan Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 275 ke Rp 7.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.165 ke Rp 3.630, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 850 ke Rp 2.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 575 ke Rp 55.300, dan Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 15.400.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik 15,035 poin (0,28%) ke level 5.336,509. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,271 poin (0,46%) ke level 925,176. Saham-saham bank berkapitalisasi besar jadi incaran investor. Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat siang, kecuali sektor industri dasar dan konstruksi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 124.738 kali dengan volume 3,469 miliar lembar saham senilai Rp 2,967 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 118 turun, dan 94 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak flutuatif hingga siang hari. Bursa saham Tiongkok dan Singapura masih bertahan positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 24.925, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 17.200, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 225 ke Rp 7.850, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 200 ke Rp 10.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 55.225, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 395 ke Rp 4.805, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 23.650, dan Matahari (LPPF) turun Rp 225 ke Rp 15.475.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 15,18 poin atau 0,29% menjadi 5.336,65. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 4,07 poin (0,44%) menjadi 924,98,”Adanya optimisme pasar terhadap kabar akan terjadinya kompromi dan kesepakatan utang Yunani berhasil mengangkat indeks Wall Street, faktor eksternal itu menjadi salah satu pendorong IHSG naik," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa Menteri Keuangan Yunani direncanakan memaparkan proposal reformasi yang baru berkenaan dengan utang Yunani pada pertemuan khusus dengan pejabat Eropa. Sebelumnya pasar mengkhawatirkan arah dari kebijakan pemerintahan baru Yunani yang dapat merubah kesepakatan pemberian dana talangan (bailout).

Di sisi lain, lanjut dia, ECB juga sedang mempersiapkan untuk meluncurkan program pelonggaran kuantitatif (QE) baru, yang akan membeli lebih dari 1 triliun euro obligasi pemerintah sepanjang periode Maret 2015 sampai September 2016. situasi itu akan meningkatkan likuiditas pasar.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 187,41 poin (0,76%) ke 24.340,69, indeks Bursa Nikkei turun 59,25 poin (0,33%) ke 17.652,68, dan Straits Times menguat 11,47 poin (0,31%) ke posisi 3.445,08. (bani)

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Lagi, BEI Bakal Lelang Kursi Anggota Bursa

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melelang dua kursi kosong Anggota Bursa (AB) yang ditinggalkan oleh PT Merrill Lynch…

Pakar: UU Siber Bukan Lagi Mendesak, Tapi Darurat

Pakar: UU Siber Bukan Lagi Mendesak, Tapi Darurat   NERACA Jakarta - Pakar hukum telematika Universitas Indonesia (UI) Edmon Makarim menegaskan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…