AKIBAT MUSIM KEMARAU TAHUN INI 2.125 Hektar Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan

Cianjur – Akibat musim kemarau selama tiga bulan terakhir ini di Kab. Cianjur, sedikitnya 2.125 hektar (ha) luas tanam padi terancam. Luas yang mengalami kekeringan 532 ha di antaranya kekeringan ringan 300 ha, sedang 115 hektar, berat 103 hektar dan puso 30 hektar. Kondisi itu menyebabkan produksi padi di Cianjur sejak Januari hingga Agustus mencapai 632.325 ton GKG (gabah Kering Giling) dari target 797.259 ton GKG.

NERACA

Menurut catatn pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kab. Cianjur, kekeringan lahan persawahan selama ini mencakup 12 kecamatan. Kecamatan yang mengalami kekeringan terluas adalah di Kec. Cijati Cianjur bagian Selatan yaitu sekitar 495 ha. Kemudian di kecamatan Sukanagara 19 ha dan kecamtan Cianjur 18 ha.

“Untuk lima tahun terakhir ini, memang baru lagi ada musibah kekeringan. Sebelumnya hanya akibat serangan hama, sehingga produksi sempat turun sekitar 20 persen,” ujar Sekretaris DPTPH, Yanto Hartono ketika dihubungi Neraca, Rabu (14/9).

Sedangkan mengenai kedaan bencana alam kekeringan yang melanda. dihampir semua hilayah pertanian yang ada di Indonesia khususnya di Kab. Cianjur. Pada tahun 2011 atau tepatnya sampai dengan bulan Agustus 2011 untuk komoditas padi sawah. Telah terjadi di 12 kecamatam dan yang paling parah terjadi di Kecamatan Cijati yaitu Desa Cijati dan Desa Sukamahi yang mencapai 25 ha yang diakibatkan puso. sedangkan jika dihitung dari sebanyak 12 kecataman yang mengalami kekeringan (ringan, sedang, berat dan puso) yang terancan mencapai 2.125 ha.

Dijelaskanya pula, kenapa di Kabupaten Cianjur sekalipun dimusim kemarau hasil produksi beras mengalami peningkatan, itu disebabkan karena sejak bulam April 2011 pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengendarkan surat edaran mengenai prakiraan musim kemarau 2011 dari Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG itu, prakiraan musim kemarau akan jatuh pada Juni 2011, informasi tersebut disebarkan kepada KCD se Kabupaten Cianjur,Koordinator Penyuluh Se Kabupaten Cianjur dan POPT se Kabupaten Cianjur untuk segera petugas tersebut menginformasikan kepada para petani.

“Sehingga pada saat musim kemarau tiba, para petani sudah pada memanen padinya. Adapun yang mengalami gagal panen yang diakibatkan karena dampak dari bencana kekeringanm, bisa diminimalis sekecil mungkin,”terang Yanto.

Pada bagian lain, Yanto juga menjelaskan, pihaknya akan mendata para petani yang sawahnya mengalami kekeringan dan gagal panen. Kepada para petani itu, Pemda Cianjur merencanakan memberikan bantuan berupa beras. Bantuan itu merupakan stok beras untuk penanganan bencana alam yang dananya bersumber dari APBD Cianjur.

Surplus Beras

Namun demikian, hasil produksi padi mengalami surplus beras sebanyak 206.556 ton (ratio 2,35). Perhitungan tersebut berdasar pada hasil produksi padi sebanyak 632.239 ton GKG ,dikurangi yang tercecer sebanyak 34.146 ton, kebutuhan benih sawah dan ladang 2.000 ton serta untuk pakan ternak sebanyak 12.647 ton tersisa GKG sebanyak 583.546 Ton GKG.

Dari hasil produksi padi tersebut akan menghasilkan beras sebanyak 395.981 ton. Jika dihitung dengan jumlah kebutuhan komsumsi penduduk Kab. Cianjur sekitar 2.168.514 jiwa dikalikan dengan kebutuhan makan 105,85 Kg sampai dengan bulan Agustus 2011 dibutuhkan hanya sekitar 153.025 ton. Dari ketersediaan beras 395.981 ton dikurangi pemakaian 153.025 ton, maka masih sampai dengan bulan Agustus 2011 tersisa sebanyak 206.556 ton (ratio 2,35).

Yanto juga mengatakan, capaian realisasi terhadap sasaran tanam padi dan palawija tahun 2011 (dari masa tanam 2010/2011 + MT 2011) di Kab. Cianjur, untuk komoditas padi sawah dan padi ladang sasaranya sebanyak 142.302 Ha. Sedangkan pencapaian reaslisasi panen, produktivitas dan produksi padi dan palawija terhadap sasaran sampai dengan bulan Agustus 2011 target 135.722 realisasi panen 115.717 (85.23 %). Dari target 797.259 realisasinya tercapai sebanyak 632.325 (79.31 %) GKG.

Related posts