FxPro Umumkan Rekor Eksekusi Trading Harian

NERACA

Melanjutkan awal yang sibuk di tahun baru ini, baik dalam hal menggaet banyak klien baru maupun di dalam aktivitastrading, FxPro Group mengumumkan keberhasilannya memecahkan seluruh rekor untuk aktivitastradingpaling banyak serta volume tertinggi dalam satu hari.

Rekor sebelumnya yang berhasil dipecahkan perusahaan ini ialah 124.778trade. Dan pada 3 Februari 2015 lalu, FxPro berhasil memecahkan rekornya tersebut dengan mengeksekusi 199.397tradedalam waktu 24 jam, naik 59,8% dibandingkan rekor sebelumnya.

Aktivitastradingpada hari bersejarah tersebut juga mencatatkan rekor lain yaitu volume yang tertinggi di dalam sejarah operasi perusahaan ini, yang mencatat kenaikan 13,8 % dibandingkan rekor sebelumnya.

CEO FxPro, Charalambos Psimolophitis, menyampaikan, rekor-rekor tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa, khususnya mengingat poin tertinggi kami yang sebelumnya dieksekusi pada periode puncak di dalam industri trading.

“Mengingat investasi kami dalam sektor teknologi sangat lah tinggi, kami dapat dengan mudah mengeksekusi jumlah pesanan yang luar biasa banyaknya. Tentunya, hal ini tak akan terwujud tanpa peran serta klien kami, jadi saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka karena telah memilih kami. Pencapaian ini membuktikan para trader di seluruh dunia mengakui FxPro adalah solusi pialang yang dapat diandalkan oleh para kliennya dan memegang teguh komitmen-komitmennya,” ujar dia

FxPro adalah pialang valas pemenang penghargaan yang berorientasi pada kebutuhan para klien. Melalui akses likuiditas mendalamnya, FxPro berambisi untuk menjadi penyedia solusi valas terdepan baik untuk klien institusional maupun ritel - yang kini telah melayani klien di lebih dari 150 negara dengan berbagai platform trading dan perangkat algoritmanya yang canggih. FxPro membantu para kliennya agar meraup lebih banyak laba.

Demi menjadi penyedia layanan forex terkemuka untuk kebutuhan trading algoritmik, pialang valas Model Agensi pemenang penghargaan melayani klien di lebih dari 150 negara dengan fasilitas trading mutakhir ini telah meluncurkan platform trading berbasis perambannya yang memungkinkan klien melakukan trading dengan menggunakan akun MT4 mereka.

Dengan hanya login ke FxPro WebTrader dengan menggunakan identitas login FxPro Direct mereka, klien kini bisa mengakses semua akun MT4 mereka, dan dengan mudah mereka dapat mengalihkan akun mereka tanpa harus mengontentikasikan ulang atau memuat laman.

Dirancang di atas teknologi HTML5 terbaru, FxPro WebTrader lebih mudah dan lebih cepat digunakan dibandingkan dengan sejumlah platform serupa berbasis peramban lainnya.Dari segi fungsionalitas, platform pembuat grafik baru ini dilengkapi dengan peralatan menggambar dan segudang indikator. Paket ekspansif pembuat grafik ini juga memungkinkan klien untuk melakukan trading dan mengelola pesanan langsung dari tabel.

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Harian Sepekan Naik 7,86%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sepekan, yaitu sebesar 7,86%…

Pola Makan Harian Buruk Jadi 'Mesin' Pembunuh Perlahan

Pola makan harian yang buruk terus menjadi dilema. Studi teranyar menemukan, satu dari lima kematian secara global dikaitkan dengan pola…

Terbukti Peduli Rakyat Kecil, Perindo Raih 3 Rekor Dunia

JAKARTA, Partai Perindo meraih tiga rekor dunia MURI untuk program-program membantu dan membangun masyakat yang terbesar di Indonesia. Penghargaan tersebut…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…