Pefindo Beri Peringkat AAA BCA Finance

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan I tahap I/2012 seri C senilai Rp250 miliar, yang diterbitkan BCA Finance. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 9 Mei 2015. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, peringkat yang sama juga diberikan untuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap III/2014 seri A senilai Rp225 miliar, yang akan jatuh tempo pada 7 April 2015. Kata analis Pefindo Hendro Utomo, peringkat tersebut diberikan lantaran perusahaan dinilai mampu melunasi kewajibannya,”Perusahaan akan melunasi surat utangnya dengan menggunakan dana dari cicilan piutang sekitar Rp300 miliar/bulan,”ujarnya.

Selain itu, juga didukung fasilitas kredit dari sejumlah bank yang belum digunakan. Per akhir tahun lalu, total fasilitas kredit yang dimiliki perusahaan jasa pembiayaan mobil itu sebesar Rp1,8 triliun. Pada saat yang sama, Pefindo memberikan peringkat idAA+ untuk PT Toyota Astra Financial Service, dengan prospek stabil serta peringkat serupa untuk Obligasi II seri B tahun 2012 sebesar Rp911 miliar.

Peringkat tersebut mencerminkan status perusahaan sebagai anak perusahaan penting bagi PT Astra International Tbk (ASII) dan Toyota Financial Service Corporation, Jepang. Selain itu, juga didukung dominasi Toyota pada pasar penjualan mobil nasional dan kualitas aset yang kuat. Kendati demikian, peringkat dibatasi tekanan pada performa profitabilitas.

Pefindo juga menyematkan peringkat idA kepada PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dan Obligasi Berkelanjutan I/2012 tahap I dan Obligasi Berkelanjutan I/2014 tahap II, dengan prospek peringkat perusahaan stabil.

Menurut analis Pefindo lainnya, Imelda Rusli bahwa peringkat tersebut mencerminkan kuatnya posisi perusahaan di bisnis motor bekas di luar Jawa, permodalan dan kinerja profitabilitas yang sangat kuat,”Namun, peringkat itu dibatasi oleh ketatnya kompetisi di industri," ujar dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Gali Potensi Berwirausaha - Kopi Abah Beri Pelatihan Calon Barista

Mengenalkan lebih jauh potensi kopi dalam negeri di kalangan generasi millennial, Kopi Abah kembali mengadakan Sekolah Barista Santri di Master…

Pefindo Beri Peringkat AA- Obligasi BSDE

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menyematkan peringkat AA- untuk dua emisi obligasi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Dalam…

Peringkat Investasi RI Masih Kalah Dari Negara Tetangga

Peringkat Investasi RI Masih Kalah Dari Negara Tetangga NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo geram menyoroti jebloknya investasi di Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…