Tertibkan Pers Abal-abal!

Kita tentu sepakat bahwa Pers yang sehat berperan besar dalam mewujudkan negara yang hebat. Kalangan pers pun meyakini tesis itu. Hari Pers yang dirayakan di Batam, Senin, 9 Februari 2015, mengusung tema “Pers Sehat, Negara Hebat”. Tema itu setidaknya menyampaikan dua pesan. Pertama, adalahself sensor bahwa kalangan pers harus menyehatkan dirinya secara berkesinambungan. Kedua, bagi pihak pemerintah dan mitra lainnya dapat memperlakukan media massa sesuai tugas dan fungsinya sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No 40/1999.

Di sisi lain, kita merasa prihatin dengan pernyataan Ketua Dewan Pers Prof Dr. Bagir Manan, bahwa masih ada Pers Abal-abal yang meresahkan masyarakat belakangan ini. Jelas, hal ini sangat mengganggu kegiatan pers yang benar di lapangan. Disadari atau tidak, pers abal-abal sudah merusak reputasi dunia pers di Indonesia, untuk itu perlu langkah-langkah penertiban secara masif ke depan. Mengapa? Karena sepak terjang pers abal-abal seperti dikatakan Ketua Dewan Pers, dalam kegiatannya sering mengancam, memeras nara sumber dengan berbagai dalih yang tujuannya hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Tidak hanya itu. Hari Pers Nasional menjadi momentum untuk melakukan kritik diri. Pers perlu secara jujur mempertanyakan ke dalam dirinya tentang eksistensi, fungsi, dan perannya. Pers yang sehat adalah pers yang mampu menjalankan fungsi dan perannya. Agar mampu menjalankan fungsi dan perannya, pers harus selalu menjaga kredibilitas isi pemberitaannya dan sehat secara finansial. Pers yang memiliki kredibilitas, cepat atau lama, akan sehat secara finansial.

Pers mengemban fungsi untuk melaporkan (to inform), menghibur (to entertain), mendidik (to educate), dan memengaruhi (to influence). Pers berfungsi memengaruhi masyarakat untuk naik kelas, menggapai peradaban dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Pers berfungsi sebagai kontrol sosial dan menjadi kekuatan keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Pers berperan memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui sesuatu yang penting. Untuk memenuhi peran ini, pers harus mewartakan dengan jujur. Tidak melakukancover upatau menutup kejadian yang penting diketahui masyarakat. Kesetiaan pers adalah kesetiaan kepada kebenaran. Fakta yang penting diketahui rakyat wajib diberitakan. Tapi, pers juga berperan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Pemberitaan yang mengancam pluralitas dan persatuan bangsa serta memicu perpecahan harus dicegah.

Kita harus sepakat bahwa para pelaku media massa perlu melakukan otokritik dengan jujur. Pers yang mampu melaksanakan fungsi dan perannya adalah pers yang nonpartisan, yakni tidak menjalankan tugas jurnalistiknya untuk kepentingan penguasa dan pengusaha tertentu. Pers hanya bisa menjalankan fungsi dan perannya dengan baik jika independen. Tidak menjadi media yang didikte oleh penguasa dan pengusaha tertentu.

Karena itu, untuk mewujudkan pers yang sehat ke depan, Dewan Pers saatnya melakukan inventarisasi semua perusahaan pers dan insan pers. Apakah sudah melaksanakan sertifikasi kompetensi perusahaan pers sesuai amanat dari Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) di Batam baru-baru ini? Karena dengan sertifikasi baik perusahaan maupun wartawan, setidaknya menjadi upaya terbaik untuk menghentikan kegiatan pers abal-abal di masa mendatang.

Bagaimanapun, pers yang benar dalam menjalankan fungsi dan perannya harus memilikiwisdomkarena masalah yang dihadapi tidak hitam-putih. Tidak semua kebenaran harus diberitakan. Tapi, pemberitaan pers harus benar. Pers memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia Hebat, membawa bangsa dan negara ini ke level yang lebih beradab dan sejahtera.

Keberadaan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang diterbitkan Dewan Pers sebenarnya sudah cukup menjadi pedoman bagi pekerja media dalam menjalankan fungsi dan perannya. Jika setiap media massa berusaha menjadi pers yang sehat, tidak ikut memperbesar kegaduhan, bahkan sebaliknya berusaha menciptakan situasi kondusif. Ini merupakan modal utama untuk menghentikan ruang gerak pers abal-abal di negeri ini. Semoga!

BERITA TERKAIT

Badan Kehormatan Dewan Tertibkan Pengawasan Seluruh Anggota - Masukan Program Dalam Paripurna DPRD Kota Depok 2019

Badan Kehormatan Dewan Tertibkan Pengawasan Seluruh Anggota Masukan Program Dalam Paripurna DPRD Kota Depok 2019 NERACA Depok - ‎Badan Kehormatan…

Tertibkan PKL dan Angkot di Stasiun Bekasi

Hampir setiap sore dan malam hari saat keluar dari stasiun Bekasi di Jl. Perjuangan Raya, selalu banyak angkot dan pedagang…

Gubernur: Insan Pers Mitra Pembangunan di Sumsel

Gubernur: Insan Pers Mitra Pembangunan di Sumsel NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan insan pers sebagai…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Perlu Aturan Uang Digital

Di tengah makin maraknya peredaran uang digital, hingga saat ini baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat…

Jaga Rasio Utang Sehat

Belakangan ini sejumlah pihak membuat “gaduh” melihat membengkaknya utang pemerintah Indonesia. Meski demikian, total utang Indonesia terus bertambah dari tahun…

Bukti Lemahnya Koordinasi

Kritik pedas yang disampaikan Bank Dunia terhadap proses perencanaan dan pembiayaan infrastruktur yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-JK, menunjukkan betapa lemahnya koordinasi…