Drainase Wajib Diperbaiki

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta kondisi drainase atau saluran air di Jakarta bisa segera diperbaiki karena telah mengakibatkan banjir. "Kondisi drainase yang buruk menyebabkan banjir," kata Puan Maharani di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari laman antara.

Dia menambahkan,perbaikan drainase harus segera dilakukan untuk mencegah banjir meluas.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diketahui bahwa banjir bukan saja disebabkan oleh luapan sungai melainkan juga karena buruknya drainase perkotaan dan tata ruang yang tak terkendali menyebabkan banjir makin sulit ditangani. "Untuk itu perbaikan drainase mendesak dilakukan," katanya.

Dia juga meminta masyarakat untuk mengubah pola pikir dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing salah satu contohnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. "Perubahan pola pikir merupakan bagian dari revolusi mental," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuldjono mengatakan bahwa banjir yang melanda beberapa wilayah di Ibu Kota Jakarta pada Senin (9/2/2015), lantaran buruknya drainase. Menurut Basuki, drainase yang buruk membuat volume daya tampung air melemah dan meluap sehingga terjadi banjir. "Intinya bukan banjir karena luapan sungai," kata Basuki.

Basuki menuturkan, minimnya daya tampung drainase bertambah buruk karena tingginya curah hujan di Jakarta pada Senin. Terlebih lagi rusaknya sejumlah pompa yang mengakibatkan pembuangan air menjadi lambat sehingga genangan dan banjir bertahan lebih lama.

Sebagai solusinya, kata Basuki, proyek sodetan dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) terus dikebut penyelesaiannya. Ia berharap proyek sodetan selesai sebelum tahun 2016. "Kalau sodetan kita sudah mulai, inline dari KBT dari Cipinang sudah gerak ke Otista," ujarnya.

Hal sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono menjelaskan, drainase yang ada saat ini hanya dirancang untuk menampung curah hujan 50-60 milimeter per jam. "Sebetulnya kapasitasnya cukup, tapi karena kemarin hujannya terus-terusan, jadi enggak tertampung, padahal curah hujannya tidak terlalu besar." Ujarnya.

Idealnya, kata Agus, drainase di Jakarta berkapasitas 80 milimeter per jam. Saat ini curah hujan di Jakarta semakin meningkat karena pengaruh iklim. "Dulu memang curah hujan di Jakarta hanya berkisar 50-60 mm per jam, jadi kapasitasnya dibuat segitu."

Tidak hanya itu, drainase yang ada saat ini pun hanya berada di kedalaman 1,1 meter di bawah permukaan tanah. Padahal, ujar Agus, pada kedalaman tersebut banyak terdapat jaringan pipa dan kabel. "Hal itu mengakibatkan sampah sering tersangkut, makanya drainase tersumbat dan meluap seperti kemarin,” tandasnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Pelanggar SNI Wajib Pelumas Terancam Sanksi Hingga Rp50 Miliar

Pelanggar SNI Wajib Pelumas Terancam Sanksi Hingga Rp50 Miliar NERACA Jakarta - Terhitung mulai September 2019, seluruh pelumas yang beredar…

Memilah Emiten Bermasalah - Online Trading Wajib Tampilkan Notasi Khusus

NERACA Jakarta – Dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor dengan memberikan informasi yang lengkap, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan…

Said Aqil Siroj : NU Wajib Jihad Sejahterakan Masyarakat, Muslim maupun Non-Muslim

Kota Banjar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa pemerintah berkewajiban membuat masyarakatnya sejahtera. Diantara indikator kesejahteraan yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kebijakan Pemerintah dan BI untuk Mengejar Target Devisa Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa…

Jokowi Tetapkan Kenaikan Gaji PNS dan CPNS

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menetapkan bahwa penyesuaian gaji pegawai negeri sipil (PNS) mulai 1 Januari 2019…

Macetnya Regenerasi Bidang Pertanian

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristekdikti Prof Ali Ghufron Mukti mengatakan regenerasi…