Perlindungan Pasar Tradisional dan Akses UMKM - Bandar Lampung, Lampung

NERACA

Bandar Lampung - Dalam rangka kunjungan daerah pemilihan perorangan DPR, Dwie Aroem Hadiatie selaku Anggota Komisi VI DPR melakukan serangkaian Rapat Dengar Pendapat dengan beberapa elemen pada 6-8 Februari 2015. Pada kunjungan dapil perorangan masa sidang II ini, perempuan yang biasa disapa Aroem ini fokus kepada dua isu yakni, perlindungan pasar tradisional dan akses UMKM terhadap permodalan.

Pemilihan kedua isu tersebut didasari oleh perhatian Aroem pada penguatan ekonomi kerakyatan. Isu perlindungan pasar tradisional dipilih terkait dengan inisiatif Aroem dan Fraksi Partai Golkar DPR untuk mengajukan usulan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pasar Tradisional.

"RDP ini diharapkan dapat menyerap usulan-usulan dari elemen utama yang terlibat, yakni petani, peternak, koperasi, dan pelaku usaha untuk melengkapi kajian RUU Perlindungan Pasar Tradisional," kata dia, di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (10/2).

Sebelumnya, Komisi VI pernah melakukan kunjungan ke pasar tradisional di beberapa daerah sehingga dengan diadakannya RDP di Lampung sebagai Dapil Aroem akan diperoleh data pembanding dari kunjungan tersebut. RDP difokuskan pada beberapa isu yakni, masalah distribusi komoditas pertanian dan peternakan, masalah koperasi dan perannya dalam distribusi komoditas, serta masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha pasar tradisional.

Untuk membahas mengenai distribusi komoditas pertanian dan peternakan, Aroem melakukan RDP dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur yang terdiri dari 9 kelompok tani. Masih membahas isu distribusi komoditas, Aroem juga melakukan RDP dengan kelompok tani dan kelompok ternak. Acara terakhir dari rangkaian RDP mengenai Perlindungan Pasar Tradisional.

RDP ini membahas seputar kondisi pasar saat ini, permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, hingga usulan solusi dari rumitnya permasalahan pasar baik di Bandar Lampung maupun lingkup nasional.

Menurut Aroem, masalah yang terjadi dalam lingkup pasar tradisional disebabkan oleh ketiadaan peraturan setingkat undang-undang sehingga perlindungannya masih bergantung pada itikad baik dari Pemerintah Daerah. Penyusunan RUU Perlindungan Pasar Tradisional diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut agar kepentingan elemen yang berkaitan dengan Pasar Tradisional dapat terlindungi.

Selanjutnya Aroem melakukan RDP mengenai Akses UMKM terhadap permodalan dengan beberapa UMKM yakni Asosiasi Industri Keripik, Asosiasi Industri Kopi Lampung, UKM tapis, UKM sulam usus, dan UKM langseng.

Dalam rangkaian RDP tersebut, dihadirkan pula Arief Mulyadi selaku Executive Vice President PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Pusat serta Mulyana W. Kusuma selaku Pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Lampung.

Harapannya, RDP yang dilakukan akan memberikan masukan mengenai permasalahan UMKM dalam memperoleh modal sehingga dapat dikaji lebih dalam solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Diharapkan pula terjalin kerjasama antara para pelaku UMKM dengan PT PNM (Persero) sebagai salah satu jalur untuk memperoleh pembiayaan dalam rangka peningkatan kapasitas usaha dan produksi mereka.

PNM selalu BUMN yang mengkhususkan kegiatan perusahaan pada pembiayaan, pemberdayaan, dan pengembangan UMK di Indonesia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Kombinasi pembiayaan bagi UMK dengan program pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha(PKU) menjadi salah satu keunggulan PNM."UMK tidak hanya butuh pembiayaan atau modal finansial, PNM juga selalu mendorong para pelaku UMK untuk membangun jaringan komunikasi dan usaha serta membangun sinergitas usaha antar pelaku UMK sehingga dapat mendorong pemgembangan usaha para pelaku," jelas Arief.

Sebagai informasi tambahan, total penyaluran pembiayaan UMK melalui Unit Layana Modal Mikro (ULaMM) melalui cabang Lampung lebih dari Rp319,54 miliar dengan total pelaku UMK yang menerima manfaat yang telah terlayani sebanyak 6.950 UMK. [mohar]

BERITA TERKAIT

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…

Imbangi Aliran Modal Asing - OJK Targetkan 5 Juta Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta – Memperingati 42 tahun kembali diaktifkannya industri pasar modal, telah banyak pencapaian dan perubahan yang ditorehkan. Bahkan industri…

Pemkot Palembang Aktifkan Alat Uji Formalin di Semua Pasar Tradisional

Pemkot Palembang Aktifkan Alat Uji Formalin di Semua Pasar Tradisional   NERACA Palembang - Pemkot Palembang akan mengaktifkan alat penguji formalin…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Bank Global Mulai Pangkas Jumlah Karyawan

  NERACA Jakarta – Berkembangnya era teknologi informasi turut memberikan perubahan di seluruh lini sektor, tak terkecuali di industri perbankan.…

BI Tetapkan Tarif 0,7% Ke Penjual dari Transaksi Pakai QR Code

  NERACA Jakarta – Bank Indonesia (BI memutuskan transaksi yang menggunakan kode respon cepat atau Quick Response Code (QR Code)…