Belanja Pusat Dipangkas Rp29,6 Triliun

NERACA

Jakarta - Kementerian Keuangan mengubah pagu belanja pemerintah pusat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015. Porsi belanja pemerintah pusat dipangkas Rp 29,6 triliun.

Kemenkeu beralasan, pemangkasan anggaran belanja agar pemerintah tidak memperbesar porsi utang untuk pembiayaan. "Itu dari perubahan pendapatan, pengurangan belanja, dan pengurangan pembiayaan. Itu digunakan untuk menghemat obligasi," ujar Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani yang ditemui di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Askolani menuturkan, belanja pemerintah pusat difokuskan pada Kementerian/Lembaga prioritas. Dari pemangkasan belanja pemerintah pusat, akan dialihkan untuk transfer daerah serta dana alokasi khusus. Selain itu, akan digunakan juga untuk menutup defisit anggaran negara.

Askolani tidak menyebut pos anggaran belanja yang dipangkas. Anggaran dari K/L yang dipangkas didistribusikan ke K/L lain yang justru membutuhkan tambahan dana.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa reformasi birokrasi, dengan melakukan efisiensi anggaran tak lagi hanya sekadar imbauan, atau jargon belaka.

Menurutnya, para pegawai negeri sipi tidak perlu lagi diimbau untuk melakukan efisiensi anggaran. pemerintah akan langsung memotong anggaran kementerian/lembaga jika memang terjadi pemborosan. “Kita tidak usah sampaikan kita tidak hanya omongan saja, tetapi dalam prakteknya kita udah potong langsung dalam rangka efisiensi penggunaan anggaran negara,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemerintah akan terus meneliti dan mengkaji anggaran setiap kementerian/lembaga untuk mengidentifikasi pos anggaran yang bisa membuat pemborosan negara. “Kalau memang itu ada indikasi boros, kita langsung potong,” ujarnya.

Dirinya menambahkan kebijakan gerakan penghematan anggaran ini tidak akan disosialisasikan dalam bentuk imbauan, atau teguran. Tetapi, lanjutnya, pemerintah akan membangun sistem untuk melakukan efisiensi anggaran. “Itu nanti yang akan menggerakkan adalah sistem, sistemlah yang ingin kita bangun, dan orangnya yang harus mengikuti sistem,” ujar Jokowi.

Upaya Jokowoi dalam penghematan anggaran dengan menginstruksikan kepada para menterinya untuk mengeluarkan program-program penghematan kepada seluruh aparatur negara dengan mengeluarkan sejumlah aturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi.

Mulai dari larangan rapat dinas di hotel, larangan menggunakan penerbangan kelas bisnis, hingga larangan mengonsumsi makanan impor saat acara kedinasan.

Menpan juga mengeluarkan instruksi melalui Surat Edaran Nomor 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana bagi para aparatur negara. Surat edaran itu dibuat dalam rangka mendorong kesederhanaan hidup bagi seluruh penyelenggara negara guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, efisien dan efektif. [agus]

BERITA TERKAIT

Defisit APBN Capai Rp102 Triliun

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun atau 0,63…

Lelang SUN Serap Rp23,4 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp23,4 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN) untuk…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tumbuh 11,5%, BNI Cetak Laba Rp4,08 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencetak laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp4,08…

Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Bertahan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI7DRRR di level…

Bank Banten Dukung Layanan Samsat Online

    NERACA   Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk, (Bank Banten) kembali mendapatkan kepercayaan dari para stakeholders.…