Eksplorasi Vale di Januari Capai US$ 320.850

NERACA

Jakarta – Perusahaan tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggelontorkan dana sebesar US$ 320.850 untuk merealisasikan kegiatan eksplorasi di Januari 2015,”Kegiatan eksplorasi meliputi pengeboran, pengambilan data geofisika telah berakhir di 2014 dan saat ini semua area eksplorasi masih menunggu administrasi dokumen tender selanjutnya," kata Sekretaris Perusahaan INCO, Ratih Amri dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (10/2).

Adapun kegiatan pengeboran, menurut Ratih, samapai saat ini belum berjalan. "Pelaksanaan eksplorasi masih menunggu sampai administrasi dokumen tender selesai. Untuk hasil pengujian masih dalam proses penghitungan cadangan dengan menggunakan metode block modelling di Sorowako," tutur dia.

Sekadar catatan, per kuartal III/2014, INCO meraih laba bersih sebesar US$ 130,35 juta, atau meningkat tajam jika dibanding raihan sebesar US$ 47,28 juta di kuartal III/2013. Pendapatan perseroan meningkat 7,1% menjadi US$ 772,30 juta, dibanding raihan pendapatan di 2013 sebesar US$ 721,07 juta. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi US$ 538,11 juta, dari posisi sebelumnya sebesar US$ 605,24 juta.

Posisi liabilitas perseroan menurun menjadi US$ 531,05 juta, dari posisi liabilitas di 2013 sebesar US$ 566,85 juta. Sedangkan posisi aset menjadi US$ 2,38 miliar, dari posisi aset sebelumnya sebesar US$ 2,28 miliar di 2013.

Sebagai informasi, kewajiban perusahaan tambang nikel raksasa asal Brasil sebesar 40% tinggal menyisakan 20%. Sebab, pemerintah mengakui 20% sahamVale (INCO) yang dilepas ke pasar merupakan bagian dari kewajiban divestasi perusahaan itu. Rencananya, saham Vale itu baru akan ditawarkan kepada pemerintah lima tahun ke depan. "Tahap pertama sudah kami penuhi di bursa sebanyak 20%, sisanya akan kami tawarkan 2019 mendatang," kata Nico Kanter, Presiden Direktur Vale Indonesia.

Asal tahu saja, dalam PP Nomor 77 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga PP Nomor 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, pemerintah menyelipkan klausul baru. Yakni, Pasal 97 Ayat 2a yang berbunyi saham perusahaan tambang asing paling banyak 20% yang telah terdaftar di bursa di Indonesia diakui sebagai peserta Indonesia atawa bagian dari kepemilikan nasional.

Sementara, Vale merupakan pemegang kontrak karya (KK) yang mengintegrasikan kegiatan tambang nikel dengan operasi pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel matte. Alhasil, berdasarkan beleid baru tersebut kewajiban divestasinya hanya mencapai 40% saham.

Komposisi kepemilikan saham di perusahaan tambang berkode INCO yaitu Vale Canada Limited sebanyak 58,73%, Sumitomo Metal Mining Co Ltd mencapai 20,09%, publik sebesar 20,49%, serta sisanya dipegang Vale Japan Limited dan Sumitomo Corporation. "Kami bersyukur atas pengakuan pemeritah dalam kepemilikan saham di bursa meskipun jumlah maksimalnya 20%, kepemilikan masyarakat di Vale memang harus diakui bagian divestasi," ujar Nico. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…