Perdagangan RI-Filipina Ditarget Dua Kali Lipat

NERACA

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Filipina Benigno S Aquino III di Manila. Dalam kunjungannya tersebut, kedua kepala negara menegaskan berkomitmen untuk mencapai target peningkatan nilai perdagangan Indonesia-Filipina dua kali lipat pada 2016. Seperti dikutip dari laman Antara, Selasa (10/2), Dalam pertemuan bilateral yang dilaksanakan pada 8-9 Februari, kedua kepala negara sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang. Indonesia-Filipina memiliki Plan of Action untuk memperkuat hubungan bilateral dalam 11 area termasuk kerja sama perdagangan dan investasi.

Dalam bidang perdagangan, Filipina merupakan mitra dagang Indonesia nomor lima terbesar di ASEAN, dengan total perdagangan bilateral mencapai 4,59 miliar dolar AS pada 2013 dan surplus sebesar 3,04 miliar dolar AS bagi Indonesia. Sementara dalam bidang investasi, Filipina merupakan investor nomor empat terbesar di ASEAN. Pada kuartal I-III 2014 nilai investasi dari Filipina ke Indonesia mencapai 11,5 juta dolar AS, yang sebelumnya hanya mencapai 5,8 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2013.

Kedua negara sebelumnya telah menyelesaikan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE). Selanjutnya, Presiden Jokowi dan Presiden Benigno sepakat untuk segera memulai perundingan penetapan batas landas kontinen antara Indonesia dan Filipina. Terkait kerja sama di bidang keamanan dan industri pertahanan, Presiden Jokowi menyambut baik rencana Filipina untuk membeli dua pesawat N212 dari PT Dirgantara Indonesia dan dua kapal Landing Platform Dock dari PT PAL.

Kedua Presiden juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim, khususnya terkait upaya penanggulangan dan pencegahan penangkapan ikan secara ilegal. Guna meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Filipina, kedua kepala negara sepakat untuk membuka rute-rute penerbangan baru dan operasionalisasi kapal container. Oleh karena itu, kedua pihak menyambut baik rencana pembukaan jalur penerbangan Garuda, Jakarta-Manila-Jakarta, yang akan dimulai Mei 2015.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman kerja sama bilateral dengan pemerintah Filipina pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo di Manila. Pertama, kerja sama perlindungan buruh migran. Kedua, kerja sama bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan. Ketiga, kerja sama melawan penyelundupan narkoba. Keempat, kerja sama pendidikan riset dan pelatihan antarlembaga pendidikan pertahanan nasional.

Presiden Joko Widodo mengatakan selain kedua belah pihak juga dilakukan pertemuan bilateral membahas isu prioritas mengenai perbatasan kerja sama politik, hukum dan keamanan, perlindungan warga negara Indonesia, kerja sama ekonomi, kerja sama dibidang pendidikan dan hubungan antarmasyarakat. “Terkait perbatasan, kita sepakat untuk segera memulai perundingan batas kontinen, kemudian meninjau kembali perjanjian lintas batas 1975 dan perjanjian patroli perbatasan 1975,” katanya di Filipina, Senin lalu.

Terkait dengan polhukam, kerja sama diarahkan mengenai pemberantasan narkoba dan penanggulangan bencana, dan pengadaan alutsista bagi Filipina. Selain itu, ada kerja sama di bidang maritim dan mekanisme kerja sama bilateral Indonesia, Malaysia, Filipina untuk penanganan nelayan Bajo ke depan. "Kita juga mengapresiasi kepada pemerintah fFlipina terkait dengan perlindungan WNI, termasuk WNI keturunan Indonesia di Flipina," jelasnya.

Adapun, kerja sama di bidang ekonomi, kedua negara sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dua kali lipat pada 2016. Jokowi juga mengundang investasi di bidang maritim, perikanan, energi. Indonesia juga Ingin mendorong kerja sama di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, farmasi dan perdagangan antarperusahaan pelat merah alias BUMN.

Kemudian terkait dengan hubungan masyarakat, pemerintah ingin meningkatkan kerja sama pendidikan dua arah melalui sister school, university to university, pertukaran guru dan siswa serta beasiswa bagi warga di Filipina Selatan. Jokowi yang melakukan sambutan dengan Bahasa Indonesia mengundang Presiden Filipina Benigno S. Aquino III untuk menghadiri peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika pada April 2015 di Jakarta dan Bandung serta berpartisipasi pada World Economic Forum on East Asia 2015 di Bali.

BERITA TERKAIT

Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% - SIDO Genjot Ekspor di Filipina dan Nigeria

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mulai pasarkan produk ke Nigeria, setelah…

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kemendag Tingkatkan Kelancaran Ekspor-Impor Lewat Laut

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kelancaran kegiatan lalu…

Proyeksi Kemenperin - Berorientasi Ekspor, Industri Perhiasan Dibidik Tumbuh 5 Persen

NERACA Jakarta – Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…