Belum Semua Perusahaan Peduli CSR

NERACA- Belum semua perusahaan atau badan usaha di wilayah eks Karesidenan Surakarta, peduli memberikan CSR (Corporate Social Responsibility). Meskipun CSR sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan atau badan usaha, ini jelas-jelas telah diamanatkan dalam undang-undang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri Drs Suharno MPd, mengatakan, seluruh perusahaan dan dunia usaha wajib memberikan bagian keuntungannya sebesar satu sampai tiga persen, untuk membantu permasalahan sosial masyarakat. "Itu diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, Undang-Undang Nomor. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, dan Undang-Undang Nomor.11 tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial," tegasnya.

Menyikapi kondisi belum semua lembaga usaha peduli pada CSR, maka digelar kegiatan pemberdayaan kerjasama dunia usaha se-eks Karesidenan Surakarta di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini, membahas tentang kelembagaan sosial CSR Dinsos se-Solo Raya bersama 36 perwakilan dunia usaha se-Surakarta.

Dalam pasal 15 huruf b UU Nomor. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, disebutkan bahwa setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggungjawab sosial perusahaan. Kemudian pada UU Nomor. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, menyebutkan bahwa setiap perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan.

Berikut penjabaran dalam UU Nomor. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial, yaitu mengamanatkan masyarakat dan dunia usaha secara bersama-sama berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan bertanggungjawab dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Untuk menumbuhkan kepedulian dunia usaha pada CSR, Dinsos Kabupaten Wonogiri berupaya melakukan pendataan tentang keberadaan perusahaan. Dari hasil pendataan itu, diketahui sejumlah perusahaan sebenarnya sudah ada yang melakukan kepedulian terhadap lingkungannya melalui kegiatan tanggung jawab sosial, hanya saja mereka belum melaporkan tindakan kepedulian yang telah dilaksanakan.

Sebagai contoh, ungkap Suharno, Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat-Bank Kredit Kecamatan (BPR-BKK), PD BPR-BKK Wonogiri telah peduli membantu bibit kelapa seribu pohon ke masyarakat Kecamatan Paranggupito. Kemudian PO (Perusahaan Otobus) Sumba Putra, telah peduli membantu uang Rp 1,5 juta ke Panti Wreda (panti jompo) Darma Bakti Wonogiri. Demikian halnya dengan PT Deltomet Laboratories, telah menerapkan CSR sejak lama. Yakni memberikan bantuan jalan, penerangan listrik, air bersih untuk masyarakat lingkungannya.

Sejak tahun 2001-2009, contohnya banyak perusahaan yang memberikan bantuan air bersih ke masyarakat di Wonogiri selatan. Juga senantiasa aktif memberikan bantuan bencana alam ke berbagai lokasi bencana di tanah air, peduli membangunkan masjid untuk umat muslim di Dusun Nangger.

Related posts