Nada Untuk Asa: Sisi positif Pengidap HIV

Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Nada (Marsha Timothy) awalnya memiliki keluarga kecil yang bahagia. Hingga suatu ketika, sang suami yang bernama Bobby (Irgy Ahmad Fahrezy) meninggal dunia karena kanker. Namun, adik Bobby yang bernama Gita (Nadila Ernesta) sedikit curiga, karena sebelum kematiannya, Bobby sempat diperiksa oleh dokter yang berbeda. Gita pun memutuskan untuk menyelidikinya bersama Nada.

Alhasil, ternyata Bobby selain menderita kanker, ia juga mengidap HIV Aids. Mengetahui hal ini tentu membuat Nada shock berat. Yang ia tahu, sang suami adalah pria yang baik dan taat akan agama, mustahil ia dapat terkena penyakit tersebut. Namun, kenyataan berkata lain dan ironisnya, Nada dan putri bungsunya yang masih balita bernama Asa ternyata juga sudah tertular dan positif HIV.

Hidup Nada terpuruk dan berubah 180 derajat. Ia terkena stigmatisasi negatif dari penyakit tersebut. Nada pun juga mulai dikucilkan di lingkuangan keluarganya, terutama dari sang ayah (Mathias Muchus) dan kakaknya (Inong Nidya Ayu). Namun, di tengah keterpurukannya itu, Nada memiliki pilihan, apakah hanya akan meratapi kondisinya tersebut atau bangkit untuk berani hidup.

Ketika putrinya, Asa (Acha Septriasa) sudah dewasa, ia pun menghadapi masalah yang tak jauh berbeda dengan Nada. Ia banyak dikucilkan di lingkungan kerja dan teman-temannya. Tapi, Asa adalah perempuan yang selalu positif dan tidak menyerah dengan keadaan. Inilah yang membuat seorang Wisnu (Darius Sinathrya) tertarik kepadanya. Namun, Asa menyimpan ragu di dalam dirinya apakah Wisnu benar-benar bisa menerima keadaannya.

Itulah beberapa peristiwa kunci yang terjadi di dalam film terbaru produksi Magma Entertainment berjudulNada Untuk Asa. Jika dibandingkan dengan film drama kebanyakan, bisa dibilang film yang disutradarai oleh Charles Gozali ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia tidak mengeksploitasi kesedihan dan penyakit Aids di film ini. Charles justru lebih menonjolkan sisi positif dari sisi pengidap HIV yang berani untuk hidup.

Jadi, unsur sedih atau melankolis di film ini, meskipun ada, tapi sangat minim. Anda akan lebih banyak disuguhkan dengan dialog dan sikap-sikap positif yang ada di dalamnya. Totalitas akting Marsha Timothy dan Acha Septriasa juga patut diacungi jempol. Pembawaan mereka pada karakter Nada dan Asa cukup impresif. Mereka bisa menggambarkan seorang yang mengidap HIV yang secara fisik terlihat sakit, namun tetap memiliki semangat hidup yang tinggi. Jadi, secara keseluruhan film ini banyak muatan inspirasi di dalamnya.

BERITA TERKAIT

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…