Cetak Rekor, Laju IHSG Makin Perkasa

NERACA

Jakarta - Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat dan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru ke level 5.348,47 poin. IHSG ditutup naik sebesar 5,95 poin atau 0,11% ke posisi 5.348,47. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 2,40 poin atau 0,26% ke posisi 926,28.

Analis senior dari LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo mengatakan, faktor eksternal menjadi salah satu penopang IHSG BEI melanjutkan penguatan hingga menembus rekor tertinggi kembali,”Cadangan uang beredar di kawasan Asia terutama dari Jepang membuat likuiditas pasar saham masih tinggi, kondisi itu memberi pengaruh terhadap bursa saham domestik sehingga melanjutkan kenaikan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian, lanjut dia, adanya agenda pertemuan G20 yang akan membahas perekonomian di negara-negara berkembang sedang diantisipasi oleh pasa, sejauh ini ekspektasinya negara G20 masih akan tumbuh pada tahun ini.

Dari Eropa, dia menambahkan bahwa kinerja produksi industri dan manufaktur yang akan dirilis pada pekan ini juga diekspektasikan tumbuh. Sementara dari AS, adanya penyesuaian anggaran belanja untuk menjaga pertumbuhan ekonominya mendorong bursa saham AS bergerak menguat,”Sentimen Asia, Eropa, dan Asia yang cukup positif itu menjaga pelaku pasar saham di dalam negeri masih melakukan transaksi beli," katanya.

Apalagi, kata Lucky Bayu, menjelang laporan keuangan emiten domestik untuk periode 2014 juga akan positif dan hal itu tercermin dari kinerja IHSG BEI selama 2014 lalu yang mencatatkan peningkatan cukup signifikan. Dalam data BEI, sepanjang 2014 lalu indeks BEI mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,29%.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diperkirakan akan bergerak menguat. Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 202.024 kali dengan volume mencapai 4,40 miliar lembar saham senilai Rp4,74 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 144 saham, yang melemah 143 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 113 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng ditutup melemah 158,39 poin (0,64%) ke 24.521,00, indeks Bursa Nikkei naik 63,43 poin (0,36%) ke 17.711,93, dan Straits Times melemah 11,65 poin (0,34%) ke posisi 3.419,71.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup bertahan di zona hijau. IHSG terkerek 21,13 poin atau 0,40% ke level 5.363,65.Indeks Hang Seng melemah 113,47 poin atau 0,46% ke 24.565,92, indeks Straits Times turun 4,18 poin atau 0,12% ke 3.427,18, indeks Shanghai menguat 9,19 poin atau 0,30% ke 3.085,09 dan indeks Nikkei 225 menguat 43,59 poin atau 0,25% ke 17.692,09.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,26 triliun dengan 2,88 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp67,85 miliar. Tercatat 154 saham naik, 128 saham melemah dan 89 saham stagnan.

Sektor saham mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah keuangan yang melonjak 1,14%, di ikuti industri dasar yang naik 0,61%. Sedangkan yang melemah adalah sektor perkebunan yang anjlok 1,46% dan konsumer susut 0,41%.

Adapun saham yang menguat, di antaranya PT matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp105 menjadi Rp3.905, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp200 menjadi Rp6.875, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp75 menjadi Rp7.675. Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.375 menjadi Rp57.125, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp300 menjadi Rp24.600, dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) susut Rp2.000 menjadi Rp8.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun tipis sebesar 0,75 poin atau 0,01% menjadi 5.341,75. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 0,19 poin (0,02%) menjadi 923,69,”Bauran dari sentimen dari dalam negeri dan eksternal akan membuat IHSG bergerak berfluktuasi dengan peluang melemah," kata Head of Research Valbury Asia Secuirites, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa dari dalam negeri, optmisme terhadap prospek ekonomi yang diperkirakan bisa membaikan pada tahun ini, menjadi sinyalemen positif bagi prospek pasar saham di Indonesia,”Kendati demikian, konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dapat membayangi optimisme itu, pelaku pasar saham sedang menantikan penengahan yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani polemik,”ujarnya.

Dari eksternal, lanjut dia, proses renegosiasi hutang Yunani masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Kaar terbaru, pemerintah Yunani tengah menenangkan masyarakatnya menyusul langkah yang diambil oleh bank sentral Eropa (ECB) membatalkan penerimaan obligasi Yunani sebagai imbal balik dana talangan (bailout).

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa pelaku pasar sedang menantikan penyelesaian konflik Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian Republik Indonesia yang sedianya akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo sepulangnya dari lawatan luar negeri.

Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 164,84 poin (0,67%) ke level 24.514,55, indeks Nikkei naik 42,36 poin (0,24%) ke level 17.690,89 dan Straits Times melemah 8,24 poin (0,25%) ke posisi 3.422,75. (bani)

BERITA TERKAIT

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

Tren IHSG Menguat Terbatas - Pelaku Pasar Menaruh Asa Presiden Terpilih

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) Presiden dengan diumumkannya presinden terpilih nanti, pelaku pasar modal menaruh asa bisa membawa…

IHSG MENGUAT JELANG PEMILU

Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…