Antam Rencanakan Terbitkan Global Bond

NERACA

Jakarta- PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengkaji opsi penerbitan obligasi global (global bond) pada tahun ini. Rencana tersebut akan menjadi alternatif pendanaan ekspansi tiga megaproyek perseroan.

Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan mengatakan, penerbitan global bond bisa menjadi pilihan, asalkan perbankan menilai ekuitas perseroan dalam kondisi kuat dan proyek yang didanai obligasi cukup prospekif,”Ketika nanti Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue bisa dieksekusi, maka setelahnya akan lebih mudah bagi kami mencari sumber pendanaan lain,” katanya di Jakarta, kemarin.

Djaja menjelaskan, besaran nilai global bond baru bisa diperkirakan, jika perseroan sudah melakukan roadshow. Pasar luar negeri yang dipandang cukup menjanjikan adalah Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat (AS). Khusus AS, investor kini mulai melirik kembali, seiring perbaikan ekonomi di negara tersebut.

Terkait rencana rights issue, menurut Djaja, jadwalnya juga perlu diperhitungkan secara matang. Faktor penyerapan rights issue dari sisi investor publik menjadi pertimbangan penyusunan jadwal.“Misalnya, tiga BUMN menggelar rights issue pada saat yang bersamaan, apakah investor akan bingung atau apakah cukup bisa terserap maksimal?” pungkas dia.

Hingga kini, pembahasan PMN terhadap 35 BUMN pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 masih berlangsung di DPR. Pekan lalu, Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran (Banggar) sempat memutuskan menurunkan PMN menjadi Rp 39,9 triliun dari rencana semula Rp 48 triliun.

Ketika keputusan melalui rapat tertutup itu, Antam merupakan salah satu emiten yang terpangkas jumlah PMN-nya dari Rp 7 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. Namun, sehari setelah keputusan Panja Banggar tersebut, Komisi VI DPR belum menyepakati keputusan PMN dari hasil Banggar. Komisi VI mengklaim belum melakukan rapat pleno terkait keputusan Banggar.

Menanggapi hal ini, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku akan mengikuti saran dari Komisi VI DPR. Menurut dia, usulan PMN akan kembali ke usulan awal sebanyak Rp 48 triliun. "Kami menyadari Komisi VI belum ambil keputusan, jadi usulan kami kembali ke rencana sesuai surat tertanggal 12 Januari 2014,” kata dia.

Sebagai informasi, perseroan mencatat penurunan penjualan bersih sepanjang tahun 2014 sebesar 16% menjadi Rp9,46 triliun dibanding tahun sebelumnya. Dijelaskan, menurunkan angka penjualan seiring tergerusnya harga nikel dan emas serta kebijakan pemerintah melarang ekspor bijih mineral mentah. Penjualan bersih perseroan pada tahun lalu paling besar dikontribusi dari penjualan emas sebesar 52% atau senilai Rp4,93 triliun.

Adapun volume produksi emas ANTM dari Pongkor dan Cibaliung sepanjang tahun lalu sebanyak 2.335 kilogram atau susut 9% dibanding 2013 karena turunnya kadar bijih emas yang ditambang, dengan volume penjualan emas mencapai 9.978 kg atau naik 6% dibanding tahun sebelumnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…