Keyakinan Konsumen RI Terkuat Kedua di Dunia - Kwartal IV 2014

NERACA

Jakarta - Meski menurun dibandingkan dengan kwartal sebelumnya, keyakinan konsumen Indonesia tetap kuat di kwartal keempat 2014 dan menjadi yang kedua tertinggi di dunia bersama Filipina. India masih menjadi negara paling optimistis sejak kwartal ketiga, demikian menurut Consumer Confidence Index terkini yang dirilis Nielsen.

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions juga mengungkapkan bahwa lima dari enam negara di Asia Tenggara mencatat index keyakinan diatas 100 poin persentase (pp). Tingkat keyakinan konsumen diatas dan dibawah 100 mengindikasikan derajat optimisme dan pesimisme.

Konsumen di Indonesia masih menjadi yang kedua teroptimistis secara global dengan skor indeks 120 di kwartal keempat 2014 (turun 5 pp dibandingkan dengan kwartal sebelumnya). Dari wilayah Asia Tenggara, Filipina juga berada di tempat kedua dengan skor 120 (naik 5pp dari kwartal sebelumnya). Thailand berada di urutan kelima secara global dengan skor indeks 111 (turun 2pp vs kwartal sebelumnya).

Tingkat keyakinan konsumen di Vietnam (106, naik 4pp) dan Singapura (100, turun 3pp) juga tetap relatif kuat. Sebaliknya, keyakinan konsumen di Malaysia berada di 89, turun 10 pp dari kwartal ketiga, penurunan terbesar kwartal-per-kwartal secara global dan tujuh poin dibawah rata-rata global yang 96 persen (Lihat Grafik 1). Sementara itu, India masih menjadi negara paling optimistis dengan skor indeks 129 (naik 3pp vs kwartal sebelumnya).

"Kita melihat penurunan yang signifikan untuk Indonesia dan ini merupakan pola yang berulang yang terjadi setiap kali ada kenaikan harga BBM. Namun demikian, secara umum tingkat keyakinan konsumen relatif tetap stabil," tutur Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia, dalam keterangan resmi yang ditulis, akhir pekan kemarin.

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions yang pertama kali diselenggarakan tahun 2005, mengukur keyakinan konsumen, kekhawatiran utama dan keinginan berbelanja pada lebih dari 30,000 responden dengan akses Internet di 60 negara.

Secara global, konsumen Indonesia merupakan yang paling optimistis mengenai keadaan keuangan personal mereka, dimana 8 dari 10 (80%) konsumen online Indonesia percaya bahwa keadaan keuangan pribadi mereka akan baik atau sangat baik dalam 12 bulan ke depan. Namun demikian, bila dibandingkan dengan kwartal-kwartal sebelumnya sepanjang tahun 2014, kwartal keempat merupakan yang terendah. Pada kwartal pertama adalah 83%, di kwartal kedua 85% dan 85% di kwartal ketiga.

Pola yang serupa juga terlihat pada tingkat optimisme mengenai prospek lapangan pekerjaan. Pada kwartal keempat, secara global konsumen Indonesia merupakan yang kedua paling optimistis mengenai prospek lapangan pekerjaan dimana lebih dari 7 dari 10 (73%) konsumen online Indonesia percaya bahwa pasar lapangan kerja akan baik atau sangat baik dalam 12 bulan ke depan. Ini juga yang terendah selama 2014, dimana pada kwartal pertama adalah 77%, 76% pada kwartal kedua dan 80% di kwartal ketiga.

Di sisi lain, kondisi ekonomi masih menjadi kekhawatiran utama bagi konsumen, dengan lebih dari sepertiga konsumen Indonesia (33%) menyebut keadaan ekonomi sebagai kekhawatiran terbesar mereka dalam enam bulan ke depan. Kenaikan harga BBM menjadi kekhawatiran terbesar berikutnya bagi konsumen di Indonesia (23%), bertukar tempat dengan situasi ekonomi, dimana sebelumnya kenaikan harga BBM merupakan kekhawatiran terbesar pada kwartal ketiga 2014.

"Kami melihat bahwa pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada pertengahan November, konsumen menjadi khawatir hal itu akan berdampak pada keadaan ekonomi secara keseluruhan. Hal tersebut sangat beralasan karena biasanya kenaikan harga BBM berdampak pada tarif transportasi dan harga barang-barang konsumsi, dan pada gilirannya akan meluas mempengaruhi situasi ekonomi," ungkapnya.

Dari Asia Tenggara, secara global konsumen di Thailand (49%) dan Malaysia (38%) merupakan yang paling khawatir mengenai kondisi ekonomi dan sekitar sepertiga konsumen di Vietnam (28%) juga memiliki kekhawatiran yang sama. Rata-rata global adalah 25%. Berbeda dengan Indonesia, kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan merupakan yang tertinggi kedua khususnya di Singapura (28%), Thailand (28%) dan Vietnam (27%). Kekhawatiran utama di wilayah Asia Tenggara termasuk keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan, kesehatan dan kenaikan harga BBM.

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Tekan Volume Impor, Kemenperin Pacu Penumbuhan Industri Gula

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu tumbuhnya industri gula untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sehingga dapat menurunkan ketergantungan terhadap…

Mazda CX-30 2020 Mulai Dipasarkan Semester Kedua 2019

Mazda baru-baru ini meluncurkan model teranyarnya dalam jajaran crossover kompak, Mazda CX-30 2020 yang akan dipasarkan di seluruh dunia mulai…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Disarankan Tambah Insentif untuk Dorong Ekspor Perhiasan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan saat ini masih diperlukan beragam insentif…

CIPS: Perlu Waspadai Neraca Perdagangan Surplus

NERACA Jakarta – Neraca perdagangan mencatatkan surplus pada Februari yang lalu. Hasil ini tentu jauh berbeda dengan neraca perdagangan Januari…

Catatkan Surplus - Industri Furnitur dan Kerajinan Agresif Dobrak Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Industri furnitur dan kerajinan nasional mampu mendobrak pasar internasional melalui berbagai produk unggulannya yang dinilai memiliki kualitas…