Brunei Cabut Larangan Impor Apel Asal Amerika - Perdagangan Internasional

NERACA

Jakarta - Berbeda dengan Indonesia yang telah menyatakan siaga terhadap impor apel dengan jenis Granny Smith dan Gala, justru pemerintah Brunei Darussalam telah mencabut larangan impor dan penjualan kedua jenis apel yang berasal dari Amerika Serikat. Keputusan itu diambil setelah pihak Brunei Darussalam mendapatkan hasil uji laboratorium menunjukkan produk itu bebas dari kontaminasi bakteri dan aman dikonsumsi.

Dikutip dari laman Antara, akhir pekan kemarin. Radio Televisi Brunei (RTB) melaporkan, Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Primer telah melakukan analisis terhadap sampel apel itu di laboratorium lokal dan juga mengirim sejumlah sampel ke laboratorium di luar negeri untuk referensi.

Hasil pemeriksaan dan uji laboratorium menunjukkan apel Granny Smith dan Gala bebas dari kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Kedua jenis apel itu diperbolehkan untuk diimpor, didistribusikan dan dijual di dalam negeri.

Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Primer serta Kementerian Kesehatan pada Januari mengenakan larangan impor dan penjualan apel Granny Smith dan Gala serta produk apel karamel dari Amerika Serikat dan Kanada, demikian seperti dilaporkan Xinhua.

Di Malaysia, pemerintah Malaysia telah menghentikan impor dua merek apel dari California Amerika Serikat karena kekhawatiran bahwa apel-apel itu bisa tercemar dengan bakteri Listeriosis, media Malaysia melaporkan.

Menteri Pertanian Ismail Sabri Yaakob mengatakan kementerian itu telah menerima pemberitahuan dari pihak berwenang AS bahwa apel merah Gala dan apel hijau Granny Smith dari California diduga terkontaminasi dengan bakteri, New Straits Times melaporkan.

"Kementerian akan menghentikan impor apel yang terkena dampak, sementara Kementerian Kesehatan akan memeriksa apel-apel yang sudah ada di pasar lokal," katanya, minggu lalu. Dia menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki yurisdiksi untuk menarik apel-apel yang sudah ada di Malaysia karena ini melibatkan nutrisi makanan, yang diatur oleh Departemen Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan telah melakukan tes pada apel dari Bidart Bros yang berbasis di California tersebut di semua titik masuk di Malaysia. Direktur Jenderal Kementerian tersebut Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan kementerian telah mengidentifikasi dua importir apel di Malaysia, dan telah mengarahkan mereka untuk manarik apel-apel tersebut.

Konsumsi makanan yang tercemar dengan bakteri dapat menyebabkan demam tinggi, sakit kepala parah, leher kaku, mual dan pada kasus berat, menyebabkan kematian. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag) telah melarang para importir buah asal Indonesia mengimpor dua jenis apel produksi Bidart Bros, California, Amerika Serikat, Granny Smith dan Gala.

Keputusan pelarangan impor dua jenis apel ini dilakukan berdasarkan surat Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Badan Berbahaya Nomor SV.04.01.15,0301 tanggal 23 Januari 2015 perihal foodborne disease outbreak terkait konsumsi apel karamel asal AS.

Sementara itu Agri-Food and Veterinary Authority Singapura, mengatakan kepada Zaobao dalam komentar yang dipublikasikan pada hari Ahad bahwa Singapura tidak mengimpor kumpulan apel apel dari Amerika Serikat yang terkena dampak.

Di Thailand, pemerintah setempat telah menyita pengiriman apel AS dari panen tahun 2014, dan petugas kesehatan memeriksa pengiriman di pos pemeriksaan pengiriman pertanian dalam negeri, Bangkok Post melaporkan. Filipina, juga telah mengeluarkan nasihat untuk menarik apel impor dari Amerika Serikat, Gala dan Granny Smith, kantor berita Xinhua melaporkan.

Bidart Bros mengatakan tanggal pengiriman terakhir dari apel yang terpengaruh pada 2 Desember, Los Angeles Times melaporkan. Apel yang terkena dampak dijual di bawah nama Big Big dan Best, tetapi perusahaan itu mengatakan apel-apel itu juga bisa dijual dengan nama merek lain, atau tanpa nama. Konsumen sedang disarankan untuk bertanya kepada para penjual buah apakan apel-apel itu Granny Smith atau Gala yang berasal dari Bidart Bros.

BERITA TERKAIT

Sesuai Standar Global, Pertamina Atasi Tumpahan Minyak

Jakarta-Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat, yang dilakukan Pertamina selama dua…

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sesuai Standar Global, Pertamina Atasi Tumpahan Minyak

Jakarta-Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat, yang dilakukan Pertamina selama dua…

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…