XL Bukukan Pendapatan Rp 23,56 Triliun

NERACA

Jakarta – Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan pendapatan kotor Rp 23,56 triliun sepanjang tahun 2014, naik 10,3% dibanding tahun 2014 sebesar Rp 21,35 triliun. Peningkatan tersebut dipicu pertumbuhan pendapatan layanan data dan nilai tambah value added services (VAS) sebesar 43% menjadi Rp 6,27 triliun pada 2014, dari Rp 4,40 triliun pada 2013.

Kemudian layanan data berkontribusi 29% terhadap total pendapatan perseroan tahun 2014, naik dari kontribusi 2013 yang sebesar 23%. Sementara layanan percakapan dan pesan singkat masing-masing tumbuh 3 persen menjadi Rp 7,93 triliun dan Rp 4,69 triliun sepanjang tahun lalu.

Deputi CEO XL, Dian Siswarini mengatakan, pertumbuhan pendapatan layanan data dipicu tingginya trafik penggunaan data dan meningkatnya penetrasi pengguna smartphone,”Fokus XL dalam menyediakan akses layanan internet yang mudah dan nyaman meningkatkan trafik layanan data sebesar 127% dari tahun sebelumnya. Pengguna smartphone meningkat menjadi 16,1 juta dengan rata-rata penetrasi sebesar 27% di tahun 2014,” kata Dian dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Tahun lalu, XL meraup laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 8,6 triliun. Namun EBITDA margin perseroan turun dari 41%, menjadi 37%. Menurut Dian, penurunan margin disebabkan integrasi XL dengan Axis setelah memperhitungkan EBITDA negatif sejak akuisisi pada 19 Maret 2014. Aksi akuisisi ini juga memicu kerugian sepanjang tahun lalu sebesar Rp 891 miliar. Padahal, pada 2013, XL mampu membukukan laba bersih Rp 1,03 triliun,”Kerugian juga dipicu melemahnya nilai tukar rupiah. Di luar dampak transaksi valuta asing, XL mencatat kerugian sebesar Rp 57 miliar,” ungkap dia.

Pada 23 Desember 2014, XL menjual 3.500 menara kepada PT Solusi Tunas Pratama Tbk dan akan menyewa kembali menara dari STP dengan kondisi saling menguntungkan untuk periode 10 tahun. Perolehan Rp 5,6 triliun dari hasil dari penjualan menara akan digunakan untuk pembayaran utang dan meningkatkan posisi kemampuan modal.

Kemudian sebagai bagian dari upaya XL untuk memastikan pengalaman layanan data dan jaringan yang berkualitas bagi pelanggan, XL juga telah membangun 7.000 site baru pada tahun 2014, meningkat 16% dari tahun sebelumnya. Lebih dari 16.000 Node’s B telah ditempatkan secara strategis untuk memenuhi permintaan akan layanan Data. Pada saat yang bersamaan, XL terus melakukan modernisasi jaringan di sejumlah kota besar untuk memberikan kualitas dan kapasitas jaringan yang lebih baik, yang dapat meningkatkan kualitas layanan percakapan dan data untuk para pengguna.

Dian juga menyatakan bahwa sebagai bagian dari komitmen, XL telah menambah layanan 4G di empat kota besar, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bogor, dan Medan sebagai bagian dari penyediaan layanan internet secara menyeluruh untuk memenuhi permintaan koneksi internet cepat. XL melakukan strategi yang proaktif, antara lain dengan merencanakan peluncuran program bundling perangkat 4G dengan konten gratis berupa layanan digital. Hal ini untuk menempatkan XL pada posisi terdepan dalam penyediaan layanan data serta memanfaatkan peluang pertumbuhan layanan internet. (bani)

BERITA TERKAIT

CLAY Bidik Pendapatan Tumbuh 14,28%

NERACA Jakarta – Dibuka melesat tajam 126 point saham perdana PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menjadi keyakinan manajemen bila…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…