Optimisme IHSG Bakal Tembus 6.300

NERACA

Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir pekan yang mencatatkan rekor baru ke level 5.342,51, hal ini diyakini para analis merupakan awal bagi indeks BEI untuk mencapai rekor lebih tinggi lagi hingga tembus level 6.300.

Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan memperkirakan, IHSG pada akhir tahun ini mampu menembus level 6.300. Hal itu terlihat dari membaiknya pergerakan saham pada awal tahun ini,”Saya masih optimis kalau sampai akhir tahun. Tapi, tetap harus waspadai setiap keadaan yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, keadaan ekonomi yang masih bagus dan membaiknya portofolio investasi di dalam negeri diyakini dapat mendorong IHSG dalam setahun. Namun, harus mengantisipasi setiap keadaan, khususnya yang datang dari luar negeri,”Seperti banyak yang mengatakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed)," kata Haryajid.

Menurutnya, pada kuartal I diperkirakan IHSG bisa menyentuh angka 5.500-5.600. Selain itu, Haryajid juga memperkirakan, pertumbuhan emiten sektor properti akan positif tahun ini. Hal tersebut didorong oleh sentimen dari kebijakan pemerintah yang akan membangun satu juta rumah. "Percepatan sektor properti, backlog 13,6 juta masih besar. Pemerintah butuh dukungan stakholder dari perusahaan properti," ujarnya.

Kata Haryajid, gebrakan pemerintah dengan membangun satu juta rumah tersebut sebagai investasi yang bagus untuk masyarakat. Untuk mencapai keinginan tersebut, dibutuhkan anggaran yang sangat besar,”Program pemerintahan baru berapa bulan ingin bangun sejuta rumah. Dananya sampai Rp1.000 triliun. Dari APBN juga kurang, butuh dari beberapa pendanaan dari berapa sisi,”jelasnya.

Dia mengatakan, kalau tidak segera dilakukan, maka dalam dua puluh tahun ke depan diyakini jumlah kebutuhan rumah akan mencapai 29 juta unit."Ini yang harus dicicil dari sekarang. Kalau sekarang di kota besar properti tumbuh 20%. Jadi, jangan sampai tidak dimanfaatkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, John Rachmat pernah bilang, IHSG hingga akhir tahun 2015 akan tumbuh lebih agresif sampai tembus level 6.350. Menurutnya, ada beberapa alasan bila IHSG tahun ini akan tembus 6.350 poin. Pertama didukung indikator pendorong perbaikan ekonomi Indonesia yang sudah ada seperti penghematan anggaran dari pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sentimen positif di pasar saham,”Tahun 2015 kita prediksikan IHSG di angka 6.350, ada kenaikan sekitar 24-25%,"ungkapnya.

John menjelaskan, pemangkasan subsidi BBM ini membuat negara punya ruang fiskal yang lebih lebar untuk pembangunan infrastrktur yang lebih baik. Ini jadi sentimen positif di pasar. Selain itu, kondisi politik dalam negeri sudah mulai kondusif. Tahun 2015, hal yang jadi perhatian adalah soal persetujuan APBNP 2015. Selama tidak ada tarik-menarik yang alot di DPR, pasar akan kondusif. (bani)

BERITA TERKAIT

INDUSTRI GITAR RUMAHAN TEMBUS MANCANEGARA

Perajin menyelesaikan proses pembuatan gitar di industri gitar rumahan Ari Arya, Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). Gitar listrik dan…

Ex-Officio Disebut Bakal Gerus Investasi di Batam

  NERACA   Jakarta - Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menegaskan wacana pemerintah…

Diburu Profit Taking, Laju IHSG Makin Loyo

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/1) awal pekan kemarin, seharian berada di zona…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…