IHSG Belum Beranjak Dari Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Menutup perdagangan akhir pekan kemarin, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di tutup melesat tajam 62 poin, dimana saham-saham yang masuk Indeks LQ45 diborong investor asing. Indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat dan menyempurnakan penguatan yang sudah terjadi diawal perdagangan hingga sesi pertama.

Kata Direktur Investasi PT Valbury Capital Management, Andreas Yasakasih, penguatan indeks BEI dipicu sentiment positif dalam negeri terkait meningkatnya data cadangan devisa Indonesia,”Data itu menunjukan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat," katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam data Bank Indonesia (BI), tercatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2015 meningkat menjadi US$ 114,25 miliar dari US$ 111,86 miliar pada 31 Desember 2014. Menurut dia, perekonomian Indonesia yang cukup solid itu mendorong aliran dana asing masuk ke pasar saham cukup agresif.

Kemudian dari eksternal, lanjut dia, harga minyak dunia yang perlahan menglami penguatan ke level US$ 52 per barel pada akhir pekan kemarin berdampak pada saham-saham komoditi sehingga memberi efek positif pada sektor lainnya.

Sementara Andreas Yasakasih menambahkan, likuiditas global yang diperkirakan marak pada tahun ini menyusul kebijakan pelonggaran stimulus keuangan dari bank sentral Eropa dan Jepang juga mulai diantisipasi pelaku pasar saham,”Kebijakan bank sentral itu akan mendorong peralihan aset dari negara maju ke negara-negara berkembang yang prospektif salah satunya Indonesia," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diperkirakan masih akan mempertahankan penguatannya. Mengakhiri perdagangan akhir pekan, IHSG mencatatkan rekor baru dengan ditutup menguat 62,62 poin (1,19%) ke level 5.342,515. Sementara Indeks LQ45 melaju 12,947 poin (1,42%) ke level 923,886.

Rekor terakhir IHSG berada di level 5.323,885 setelah naik 70,702 poin (1,35%) pada Jumat 23 Januari 2015. Investor asing memilih saham-saham bank dan perkebunan untuk diburu. Seluruh indeks sektoral berhasil kompak menguat.

Transaksi investor asing terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,18 triliun di seluruh pasar. Tapi di pasar reguler pembeliannya hanya Rp 296,175 miliar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 221.466 kali dengan volume 6,66 miliar lembar saham senilai Rp 7,55 triliun. Sebanyak 200 saham naik, 91 turun, dan 80 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan variatif akhir pekan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 58.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.950 ke Rp 26.400, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.650 ke Rp 10.050, dan Unilever (UNVR) naik Rp 1.400 ke Rp 36.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 800 ke Rp 12.550, SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 6.600, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 11.100, dan Indo Straits (PTIS) turun Rp 135 ke Rp 810.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menanjak 30,407 poin (0,58%) ke level 5.310,302. Sementara Indeks LQ45 melaju 7,249 poin (0,80%) ke level 918,188. Investor asing memilih saham-saham bank untuk diburu hingga siang hari. Hanya tiga sektor yang melemah, yaitu aneka industri, infrastruktur, dan perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.919 kali dengan volume 2,7 miliar lembar saham senilai Rp 3,881 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 80 turun, dan 80 saham stagnan. Pelepasan saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membuat nilai transaksi perdagangan melonjak. Transaksi tersebut dilakukan di pasar negosiasi.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 17,45 poin atau 0,33% menjadi 5.297,35, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,41 poin (0,48%) ke level 915,35,”Harga minyak dunia yang bergerak meningkat menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham global yang berimbas pada indeks BEI," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Di sisi lain, dia menambahkan bahwa Yunani yang telah memulai negosiasi dengan lembaga dana moneter internasional (IMF) mengenai rencana untuk menukar utang pemerintahnya dengan obligasi sedikit mengurangi kecemasan pasar negara itu mengalami gagal bayar. Diaharapkan tidak berlarut yang bisa membuat pasar negatif.

Dari dalam negeri, lanjut dia, adanya harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa lebih baik menambah sentimen positif bagi indeks BEI. Pemerintah menargetkan ekspansi ekonomi sebesar 5.7% di tahun 2015.

Menurut Alfiansyah, target tersebut akan dilalukan pemerintah melalui programnnya yang akan mempercepat proyek transportasi, menaikan penerimaan pajak dan memangkas jalur birokrasi untuk menarik investasi, diharapkan PDB Indonesia akan kembali berakselarasi pada tahun 2015.

Oleh karena itu, optmisme terhadap prospek ekonomi yang diperkirakan bisa membaikan pada tahun ini, menjadi sinyalemen positif bagi prospek pasar saham di Indonesia. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng ditutup melemah 4,50 poin (0,02%) ke 24.760,99, indeks Bursa Nikkei naik 109,44 poin (0,63%) ke 17.614,06, dan Straits Times menguat 25,78 poin (0,76%) ke posisi 3.432,54. (bani)

BERITA TERKAIT

Arus Mudik, Tol Layang Jakarta-Cikampek Belum Bisa Digunakan

  NERACA   Jakarta – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan bahwa pihaknya masih terus menuntaskan…

IHSG MENGUAT JELANG PEMILU

Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019…

Diversifikasi Ke Pasar On-Road Truck - Kobexindo Pasarkan Foton Truck dari Beijing

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan penjualan, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) melalui anak perusahan PT Kobexindo Foton Indonesia resmi menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…