Semua Calon Ketua Hipmi Dorong UKM

NERACA

Jakarta – Usaha Kecil Menengah (UKM) masih menjadi isu yang hangat untuk dipaparkan oleh para calon Ketua Umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi periode 2011-2014Keempat caketum tersebut adalah Harry Warganegara, Priamanaya Tjan (Pemilik Pasar Grosir Tanah Abang), Raja Sapta Oktohari (OSO Group), dan putra Menteri Perindustrian, Erik Hidayat.

Para calon Ketua Umum itu sepakat untuk memperkuat sektor usaha kecil menengah menjadi basis ekonomi nasional bila terpilih menjadi Ketua Umum Hipmi. Hal tersebut diutarakan empat Caketum Hipmi dalam pemaparan visi dan misi di Jakarta, Selasa (13/9).

“Banyak program pemerintah terkait UKM yang bagus, tapi implementasinya masih jauh dari harapan. Ini akan jadi fokus saya bila terpilih nantinya bagaimana membantu program tersebut agar berhasil,” ujar Harry Warganegara.

Harry mengatakan, UKM harus menjadi basis ekonomi nasional, sebab dalam dua kali krisis global yakni 1998 dan 2008 terbukti dapat menyelamatkan ekonomi Indonesia. “Sekarang, ada ancaman krisis global lagi, UKM harus diperkuat lagi,” tambah Harry.

Sejalan dengan Harry, Raja Sapta Oktohari mengatakan akan mendorong penciptaan kewirausahaan di berbagai daerah melalui dunia pendidikan yakni perguruan tinggi. “Program yang telah dilakukan oleh Hipmi akan dilanjutkan, terutama program unggulan Hipmi perguruan tinggi yang merupakan responsibility Hipmi untuk menumbuhkan gerakan kewirausahaan sejak mahasiswa dan menjadi pengusaha pemula,” papar Okto.

Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan pelatihan yang bersifat menambah pengetahuan dalam berusaha.”Termasuk asistensi dari pengusaha HIPMI yang lebih besar kepada pengusaha baru,” tegasnya.

Senada kedua kandidat sebelumnya, Priamanaya dan Erik Hidayat mengatakan akan mendorong UKM sebagai basis ekonomi nasional. Pemilik bisnis ritel terbesar di Asia Tenggara, Priamanaya, berjanji akan membangun lokasi-lokasi pasar grosir baru di berbagai daerah dengan menggandeng seluruh anggota Hipmi daerah di 33 provinsi.

Bahkan pihaknya, melalui Pusat Grosir Tanah Abang akan menyediakan lahan secara cuma-cuma selama satu tahun, sebagai tempat pembinaan, dengan pola inkubator.

Menurut Priamanaya, pengusaha UKM lokal perlu diberdayakan untuk menghadapi raksasa-raksasa ritel dunia yang mendominasi pasar ritel nasional. “Pemberdayaan UKM menjadi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Akan tercipta pusat grosir baru, seperti Makassar, Surabaya, dan Sumatera," kata CEO Priamanaya Grup itu.

Sedangkan Erik Hidayat, berjanji akan mengoptimalkan pemberdayaan UKM melalui ekspansi Kredit Usaha Rakyat (KUR), akses sumber daya manusia (SDM), insentif fiskal, infrastruktur, dan pendampingan.

“Kita prihatin pamor KUR merosot. Ini harus kita genjot lagi. Kalau terpilih ini yang akan kita dorong, soal daya saing UKM kita. Contoh senderhana, kalau bunga bank rendah, produk China bisa kita lawan,” tandas Erik.

Dalam paparan calon ketua Hipmi ini, turut hadir para mantan Ketua Umum BPP Hipmi, antara lain Aburizal Bakrie, Sandiaga S.Uno, dan Siswono Yudhohusodo, serta Haryadi Sukamdani. Pemilihan Ketua Umum Hipmi sendiri akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, 17 Oktober 2011 mendatang.

Ditempat berbeda Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah, mengemukakan UKM memang sangat penting sebagai penggerak perekonomian rakyat,oleh karena itu sangat perlu didirikan Pusat Usaha Kecil dan Menengah atau UKM Center.

“UKM Center akan menjadi badan yang melayani kepentingan UKM secara menyeluruh dan terpadu. Gagasan pembentukan UKM Center tidak terlepas dari kenyataan bahwa usaha atau industri kecil dan menengah punya peranan besar dalam menyerap tenaga kerja yang sangat banyak,” paparnya.

Menurut Euis, UKM Center akan menjadi tempat pelayanan secara terpadu usaha kecil dan menengah. Diharapkan, kebutuhan UKM, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan SDM, pemasaran, hingga informasi dapat diperoleh dari badan itu.

Ia mengatakan, membina usaha kecil tak cukup lagi hanya sampai pelatihan atau pemberian bantuan peralatan. Tapi, dilanjutkan dengan pendampingan sampai yang dibina itu produktif. Dengan demikian, pembinaan berkelanjutan dan sasaran, yakni, munculnya wirausahawan baru, tercapai.

Seperti apa struktur organisasinya nanti, menurut Dirjen IKM, masih dibahas. Tapi, rancangannya, UKM Center tidak hanya berlokasi di ibu kota negara atau Jakarta, tapi juga di ibu kota provinsi. Dengan demikian, badan tersebut dekat dengan UKM. Pusatnya di Jakarta, tapi pelayanannya diseluruh wilayah di Indonesia.

”Semua yang terkait dengan badan tersebut masih dibahas. Tapi, diharapkan dapat dibentuk dalam waktu tidak lama lagi,” katanya.

Euis mengatakan, pengembangan dan pembinaan usaha kecil mesti ditingkatkan mengingat perannya begitu penting dalam aktivitas perekonomian, belakangan ini. Yang perlu dijaga adalah kebutuhan bahan baku bagi usaha yang bergerak di bidang pengolahan jangan sampai terganggu.

Sebagai contoh, Euis menyebutkan kebutuhan kedelai untuk perajin tempe. Belakangan ini, para perajin tempe mengeluhkan naiknya harga kedelai, sementara harga jual tak mungkin dinaikkan. Masalahnya, kebutuhan akan kedelai kita masih bergantung pada impor. Ini yang harus dipecahkan oleh pihak-pihak terkait.

Idealnya, kebutuhan kedelai dipasok langsung dari dalam negeri. Oleh karena itu, pertanian kedelai, yang mutunya dapat menyaingi kedelai impor, harus dikembangkan. Kalau tidak, ketergantungan pada kedelai impor akan tetap menjadi keluhan para perajin. Media massa terbitan Jakarta, belakangan ini, sering memberitakan masalah yang dihadapi oleh perajin tempe berkaitan dengan persoalan bahan baku.

Related posts