Kemenhub-Kemenpar Kembangkan Kapal Pesiar - Wisata Bahari

NERACA

Jakarta – Kementerian Perhubungan akan mendukung penuh Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan wisata kapal pesiar sebagai salah satu upaya memajukan sektor kemaritiman di Tanah Air. "Kemenpar mendapat dukungan penuh Kemenhub untuk mengembangkan wisata layar yacht," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara, Kamis.

Ia mengatakan dukungan itu merupakan wujud upaya sinergi antar kementerian untuk mengembangkan wisata bahari (marine tourism) khususnya kapal wisata layar (yacht). Apalagi selama ini, wisata kapal pesiar sangat potensial untuk menarik para yachter dunia masuk ke perairan di Indonesia dan merupakan turis yng berkualitas dari sisi pengeluaran dan lama tinggal.

Ia mengatakan, dukungan Kemenhub dalam mengembangkan wisata yacht antara lain dengan mengembangan titik labuh kapal wisata (yacht) yang dikaitkan dengan perizinan lokasi serta pembangunan dan peningkatan kapasitas dermaga. "Kemenpar telah mengusulkan kepada Kemenhub untuk membangun maupun meningkatkan kapasitas dermaga di 38 lokasi titik labuh yacht," kata Arief Yahya.

Sebelumnya pihaknya bersama stakehoder pariwisata telah mengembangkan 18 rute lintasan kapal yacht dari Papua hingga Sumatera (Sabang). Pengembangan rute lintasan ini antara lain dengan membuat event rally, race dan sail seperti Sail Raja Ampat, Sail Tomini, Darwin-Ambon Internasional Yacht Rally, dan Sabang Internasional Regatta yang diikuti para yachter internasional belayar dari Phuket (Thailand) kemudian singgah di Langkawi (Malaysia) dan berakhir di Sabang (Indonesia).

Pertumbuhan pariwisata Indonesia pada 2014 mencapai 7,2%, jauh melampaui angka pertumbuhan pariwisata kawasan Asia Pasifik sebesar 5% bahkan melampaui angka pertumbuhan dunia yang hanya 4,7%. "Melihat negara tetangga kita yang sudah mencapai kunjungan di atas 20 juta wisman, sementara potensi kita jauh lebih besar maka ini menjadi tantangan untuk mewujudkan tekad bahwa kita dapat melampaui mereka," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu.

Berdasarkan laporan UN-WTO jumlah wisman dunia pada 2014 sebanyak 1,136 miliar atau tumbuh 4,7%. Sementara itu jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari hingga Desember 2014 menurut laporan BPS sebanyak 9,43 juta atau tumbuh sebesar 7,2%. "Tren pertumbuhan pariwisata nasional dan dunia terus membaik, kita optimistis target 20 juta wisman pada 2019 bisa tercapai," katanya.

Untuk mewujudkan tekad tersebut, kata dia, berbagai upaya terus dilakukan terutama dalam memperbaiki dalam infrastruktur pariwisata. Selain itu infrastruktur ICT, kesehatan dan higienitas, aksesibilitas, dan regulasi. "Perbaikan infrastruktur diharapkan sekaligus akan mendongkrak daya saing pariwisata di tataran global," katanya.

Saat ini daya saing Indonesia berada pada ranking 70 dan ditarget akan meningkat menjadi ranking 30 dunia.

Arief Yahya juga meyakini mulai 2015 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia bisa mencapai sejuta setiap bulan hingga bisa melampaui angka setidaknya 10 juta wisman sampai tutup tahun. "Tahun 2015 kita menargetkan 10 juta wisman, bila tahun ini kita mulai mencapai 1 juta wisman setiap bulan, maka tiga tahun mendatang menjadi 1,6 juta per bulan tidak akan terlalu sulit," kata Arief.

Hal itu menurut dia salah satunya terindikasi dari capaian wisman pada Desember 2014 yang mencapai 915.334 wisman. Angka itu merupkan rekor baru dalam pariwisata nasional, di mana rekor kunjungan wisman sebelumnya pada Desember 2013 sebanyak 860.533 wisman. "Tren kunjungn wisman akan terus meningkat seiring dengan melonjaknya jumlah wisatawan dunia yang melalang buana," ucapnya.

Hal itulah yang mendorong pihaknya yakin target kunjungan wisman 20 juta pada 2019 bisa tercapai. Menurut UN-WTO jumlah wisatawan dunia pada 2014 sebanyak 1,136 miliar, sedangkan wisman yang berkunjung ke Indonesia menurut data BPS sebanyak 9,43 juta wisman.

Pada 2013 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia per bulan berada pada kisaran 600.000-800.000 orang, dengan angka terendah 614.328 wisman pada Januari dan tertinggi 860.655 pada Desember. Sementara pada 2014, jumlah kunjungan wisman per bulan meningkat pada kisaran 700.000-900.000 dengan angka terendah pada Februari 702.666 orang dn tertinggi pada Desember 915.334 wisman.

BERITA TERKAIT

Vietnam Jadi Sorotan dalam Peta Wisata Kawasan

Oleh: Mohammad Anthoni Forum pariwisata negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Tourism Forum/ATF) tahun 2019 yang mengangkat tema "ASEAN - The Power…

Dua Kapal Milik Dua Putra Utama Terbakar

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk  (DPUM) dirundung musibah karena dua kapal milik perusahaan terbakar. Direktur Utama Dua…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…

Songsong Era Digital, Kemenperin Beri Pengarahan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menyambut kehadiran 375 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil rekrutmen tahun 2018. Jumlah tersebut terdiri…