Akhir Pekan, IHSG Dihantui Profit Taking

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup tertekan dipicu aksi ambil untung. Tercatat, IHSG ditutup melemah 35,389 poin (0,67%) ke level 5.279,895. Sementara Indeks LQ45 jatuh 9,410 poin (1,02%) ke level 910,939

Kata Kepala Riset Woori Korindo Securities, Reza Priyambada, melemahnya indeks BEI dipicu aksi ambil untung investor atas menguatnya indeks BEI dalam beberapa hari terakhir, disamping sentiment negatif bursa regional,”Mayoritas bursa saham global yang cenderung melemah memicu pelaku pasar saham di dalam negeri melakukan aksi lepas sehingga berdampak negatif pada laju IHSG BEI," katanya di Jakarta, Kamis (5/2).

Di sisi lain, lanjut dia, data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang melemah menambah sentimen negatif di pasar saham. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia secara kumulatif pada 2014 hanya tumbuh sebesar 5,02 persen atau relatif melambat sejak lima tahun terakhir.

Namun demikian, lanjut dia, masih adanya aksi beli investor asing menahan tekanan indeks BEI lebih dalam. Pada data perdagangan BEI, tercatat investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp89,045 miliar pada Kamis. Sementara itu, Analis HD Capitral mengatakan bahwa secara teknikal pergerakan indeks BEI masih dalam koreksi yang wajar sebelum melanjutkan kenaikannya menuju level batas atas 5.330 poin,”Pelemahan IHSG tidak mengakibatkan keluar jalur dari misi untuk mencetak level baru di 5.330 poin," ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan masih akan tertekan seiring belum redanya aksi ambil untung. Pada perdagangan kemarin, berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 246.130 kali dengan volume 5,04 miliar lembar saham senilai Rp 6,881 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 167 turun, dan 111 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan mixed cenderung melemah. Hanya bursa saham Hong Kong yang masih bertahan positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.400 ke Rp 8.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.050 ke Rp 56.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 825 ke Rp 24.450, dan Inti Agri (IIKP) naik Rp 440 ke Rp 2.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 35.250, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 18.000, Matahari (LPPF) turun Rp 425 ke Rp 14.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 325 ke Rp 16.325.

Perdagangan saham sesi pertama, IHSG ditutup terkoreksi 40,20 poin atau 0,76% ke level 5.275,08. Kondisi berbalik dengan bursa Asia yang sebagian menguat. Tercatat indeks Hang Seng ditutup menguat 138,87 poin atau 0,56% ke 24.818,63, indeks Straits Times turun 13,71 poin atau 0,40% ke 3.403,86, indeks Shanghai naik 31,42 poin atau 0,99% ke 3.205,55 dan indeks Nikkei 225 merosot 152,08 poin atau 0,86% ke 17.526,66.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,39 triliun dengan 2,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp147,71 miliar. Tercatat 118 saham naik, 152 saham melemah dan 95 saham stagnan. Sektor saham siang hari hampir semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang menurun 1,67%, diikuti infrastruktur yang susut 1,17%. Sedangkan yang menguat sektor perkebunan, yang naik 0,87% dan industri dasar bertambah 0,24%.

Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp975 menjadi Rp56.425, PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) menguat Rp75 menjadi Rp1.785, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp50 menjadi Rp25.050. Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp7.575, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp150 menjadi Rp7.350, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) susut Rp100 menjadi Rp5.275.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 6,15 poin atau 0,12% ke posisi 5.309,12. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah sebesar 1,55 poin atau 0,17% ke posisi 918,79. Pelemahan ini didorong sentiment negatif dari eksternal.

Kata analis Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah, adanya faktor negatif di pasar ekternal membuat indeks BEI mengalami tekanan namun masih cenderung tertahan seirng dengan pelaku pasar yang memperhatikan data produk domestik bruto (PDB) Indonesia periode kuartal IV 2014.

Dia mengemukakan bahwa sentimen eksternal terutama dari Tiongkok terbilang negatif. Indeks yang mengukur aktivitas industri (PMI) sektor jasa Tiongkok versi HSBC Holdings Plc dan Markit Economics mengalami penurunan pada bulan Januari.

Lanjutnya, sebagian indeks Wall Street ditutup melemah setelah adanya kabar mengenai bank sentral Eropa (ECB) mencabut surat pernyataan yang memungkinkan bank umum mengunakan obligasi Yunani sebagai jaminan. Dari dalam negeri, kata Alfiansyah, pengumuman PDB Indonesia akan menjadi salah satu katalis bagi pergerakan IHSG BEI. Jika data rilis lebih baik dari ekspektasi, diperkirakan dapat menjadi salah satu faktor positif bagi bursa domestik pada Kamis.

Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan, masih mengalirnya dana asing ke pasar modal domestik akan menjadi salah satu penopang IHSG untuk kembali bergerak menguat. Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dolar AS juga akan menjadi faktor positif bagi pasar saham domestik.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 178,45 poin (0,72%) ke 24.858,21, indeks Bursa Nikkei turun 159,63 poin (0,90%) ke 17.519,11, dan Straits Times melemah 17,88 poin (0,52%) ke posisi 3.399,15. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Ekonomi Positif Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat seiring penilaian investor terhadap…

Aksi Beli Bawa IHSG Kembali di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/1)kemarin, indeks harga saham gabungan ditutup naik tipis…

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…