Investor Ritel Nantikan Elektornik IPO - Diklaim Banyak Menguntungkan

NERACA

Jakarta – Rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengembangkan sistem elektronik IPO tahun ini, disambut positif pelaku pasar dan termasuk investor pasar modal. Pasalnya, kebijakan ini diyakini bisa memudahkan masyarakat untuk membeli saham-saham perdana di bursa.

Kata pengamat pasar modal dari BNI Asset Management, Hanif Mantiq, rencana BEI menerapkan sistem elektronik (online) bagi pemesanan penawaran umum perdana saham akan berdampak baik bagi investor ritel,”Sistem pemesanan saat proses 'book building' saham IPO secara elektronik akan berdampaknya bagus bagi investor ritel, selama ini saham IPO untuk ritel seperti 'di anak tirikan', porsinya cenderung minim," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan bahwa selama ini, kecenderungan porsi saham IPO yang dijatahkan untuk investor ritel sekitar 10% dari total yang ditawarkan dan sisanya 90% dialokasikan untuk investor institusi,”Selama ini, animo investor ritel terhadap saham IPO cukup tinggi, dengan sistem pemesanan secara 'online' maka kesempatan investor ritel mendapatkan saham IPO akan lebih baik,”ungkapnya.

Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa calon emiten dan penjamin pelaksana emisi atau "underwriter" lebih menyukai saham IPO diserap oleh investor institusi karena sifat orientasi yang jangka panjang, dibandingkan investor ritel yang bersifat jangka pendek.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah bilang, sistem elektronik untuk pemesanan saham IPO diharapkan dapat memudahkan investor terutama di daerah mendapatkan saham IPO. Selain itu,

dengan sistem pemesanan saham IPO secara elektronik juga bisa membantu perusahaan sekuritas yang ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi mengumpulkan pernyataan minat beli dari semua calon investor,”Saat ini, investor yang ingin membeli saham IPO harus mendaftar ke perusahaan sekuritas yang ditunjuk sebagai penjamin emisi, sayangnya mayoritas penjamin emisi hanya beroperasi di Jakarta, sehingga investor di kota-kota lain seperti Surabaya, Kalimantan, Sulewesi, Papua dan lainnya hampir mustahil memesan saham IPO," katanya.

Kendati demikian, Ito menegaskan, pihaknya juga membutuhkan dukungan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merealisasikan sistem "online" itu, karena pasar perdana merupakan yurisdiksi OJK. Asal tahu saja, guna menjangkau investor di daerah dalam penawaran saham perdana, pihak BEI akan mengembangkan sistem elektronik untuk pemesanan penawaran umum perdana saham.

Saat ini, investor yang ingin membeli saham IPO harus mendaftar ke perusahaan sekuritas yang ditunjuk sebagai penjamin emisi, sayangnya mayoritas penjamin emisi hanya beroperasi di Jakarta, sehingga investor di kota-kota lain seperti Surabaya, Kalimantan, Sulewesi, Papua dan lainnya hampir mustahil memesan saham IPO.

Maka diharapkan, dengan sistem yang akan dikembangkan itu, investor di berbagai kota bisa memesan saham IPO secara elektronik. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

Dukung Pertumbuhan IPO - Lagi, EY Gelar IPO Masterclass Bagi Direksi

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal di dalam negeri, Ernst & Young Indonesia (EY) berkomitmen kuat untuk turut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…