Delta Dunia Incar Pendapatan US$ 560 Juta

Hingga akhir tahun 2015, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menargetkan pendapatan sebesar US$ 520-560 juta. Tahun lalu, pendapatan induk usaha PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) tersebut ditaksir mencapai US$ 554 juta.

Kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Delta Dunia Makmur, Errinto Pardede, target tahun ini berdasarkan asumsi pengupasan lapisan tanah (overburden removal) di area tambang sebanyak 260-280 juta bank cubic meter (bcm). Adapun harga rata-rata pengangkatan sebesar US$ 2 per ton, “Target pendapatan tahun ini diasumsikan jika perseroan berhasil meraih kontrak baru dan diharapkan dapat mendapatkan kontrak baru dalam satu hingga dua bulan ke depan,”ujarnya.

Menurutnya, target tersebut cenderung sama dengan realisasi tahun lalu. Tahun lalu, perseroan berhasil membukukan OB removal sebanyak 277 juta ton bcm. Sedangkan coal getting tahun ini ditargetkan sebanyak 33-37 juta ton. Kemudian untuk volume OB removal dalam kontrak baru nanti, diperkirakan sebanyak 15-20 juta ton. Lokasi tambang calon pelanggan perseroan tersebut berada di Kalimantan Timur.

Tahun ini, Delta Dunia berencana menyiapkan dana sebesar US$ 56 juta untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Sebagian besar dana capex akan digunakan untuk pengadaan peralatan penunjang pertambangan. Rencananya, perseroan akan menambah jumlah alat-alat berat pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pengerjaan kontrak yang akan lebih banyak. “Sumber dana capex berasal dari kas internal,” ujar dia.

Sementara itu, tahun depan, perseroan akan terus mencari kontrak-kontrak baru penambangan batubara. Menurut Errinto, meskipun pasar batubara saat ini tengah lesu, tetapi potensi pasar komoditas tersebut masih sangat besar ke depannya.

Permintaan batubara pada tahun-tahun mendatang diyakini masih cukup besar, terlebih pemerintahan baru sudah mencanangkan pembangunan pembangkit listrik baru hingga 35.000 megawatt (MW). “Bahan bakar yang akan digunakan untuk pembangkit listrik kemungkinan besar masih batubara,” jelas Errinto. (id/bani)

BERITA TERKAIT

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Sektor Riil - Kontribusi Manufaktur Capai 20%, RI Duduki Posisi ke-5 Dunia

NERACA Jakarta – Industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, industri manufaktur mampu memberikan kontribusi kepada…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…