Memuliakan Hafuz Quran, UII Bebaskan Biaya Pendidikan

NERACA

Sejalan dengan cita-cita pendirinya yang menginginkan agar kampus dapat menghasilkan insan ulil albab sekaligus cendekiawan muslim, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta terus berupaya mendorong para mahasiswanya untuk mampu menjadi insan yang memiliki karakter luhur. Salah satu upaya yang dilakukan UII adalah dengan memberikan beasiswa bagi para mahasiswanya yang memiliki prestasi.

Tidak seperti kampus-kampus lain pada umumnya, beasiswa prestasi yang ada di UII berupa bebas biaya pendidikan hingga lulus kuliah, termasuk living cost sebagai insentif tambahan kepada para mahasiswa yang menjadi penghapal Alquran

“Prestasi itu kan bermacam-macam, ada yang akademik, olahraga, maupun kesenian. Kita memang memiliki banyak skema beasiswa untuk kategori mahasiswa berprestasi. Namun saya rasa skema beasiswa hafidz/hafidzah inilah yang unik di UII. hal itu sebagai bentuk apresiasi UII kepada para mahasiswanya agar semakin terdorong untuk mencetak prestasi,” tutur Direktur Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (UII), Beni Suranto di Yogyakarta baru-baru ini

Program beasiswa yang telah dimulai sejak 2013 itu terdiri atas dua kategori yakni hapalan 30 juz dan 15 juz," katanya.

Program beasiswa yang telah dimulai sejak tahun 2013 silam tersebut terdiri dari dua kategori, yakni hafalan 30 juz dan hafalan 15 juz. Pada tahap awal, Direktorat Kemahasiswaan memberikan sosialisasi intensif kepada para mahasiswa UII perihal beasiswa tahfidz. Selanjutnya diadakan seleksi administratif dan seleksi uji kompetensi oleh tim bagi para mahasiswa yang mendaftar.

“Seleksi yang kami lakukan meliputi kekuatan hafalan, cara membaca (fashohat), dan tajwid. Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap akhir kemudian diajukan ke Rektor UII untuk mendapat persetujuan dan pengesahan,” papar dia

Lantas bagaimana model pembinaan bagi para mahasiswa penghafal Qur’an tersebut?

Beni menjelaskan secara periodik akan dilakukan evaluasi hafalan. Mereka juga diwajibkan untuk mengikuti ajang MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) baik di tingkat UII maupun nasional. Di samping itu, mereka juga wajib menjaga indeks prestasinya agar tetap baik. Hal ini dilakukan agar mereka dapat semakin berkembang.

“Dengan adanya program menyimak bacaan Al-Qur’an yang diadakan DPPAI UII, juga melibatkan para mahasiswa penghafal Qur’an di UII,” kata dia menambahkan.

Drinya berharap ke depan program ini akan semakin banyak menjaring bibit-bibit berprestasi insan akademis penghafal Al-Qur’an. “Seleksi penerimaan mahasiswa baru UII mulai tahun ini juga memiliki skema tersendiri bagi para peserta yang hafal Al-Qur’an. Mereka masuk dalam kategori Penelusuran Siswa Berprestasi yang dapat langung diterima di program studi yang mereka kehendaki,” pungkas dia.

BERITA TERKAIT

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Rp 1,78 Triliun Dianggarkan untuk Pendidikan Vokasi Industri

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp1,78 triliun untuk pelaksanaan program pendidikan vokasi industri pada tahun 2019. Langkah…

Meniti Asa Kualitas Pendidikan di Timur Indonesia

  Mengawali pagi awal pekan nan cerah, Yetrin guru di SDN Sonraen, Kecamatan Amasari Selatan, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…