Unilever Bangun Fasilitas Sanitasi Untuk Masyarakat - Masa Depan Lebih Sehat

NERACA

PT Unilever Indonesia dalam Project Sunlight yang diluncurkan pada November 2014 dengan berfokus pada Masa Depan Sehat telah berhasil mengumpulkan 8 juta dukungan yang didapatkan dari partisipasi masyarakat melalui berbagai cara mudah.

Program ini menyoroti gagasan tentang masa depan dari pemimpin muda yang memiliki mimpi untuk menghadapi tantangan dengan menciptakan perubahan positif pada isu-isu lokal. Khusus di Indonesia, sanitasi menjadi isu lokal yang menjadi perhatian Unilever tahun ini.

“Sanitasi merupakan permasalahan penting yang kerap memupuskan mimpi anak akan masa depan yang lebih cerah. Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat Indonesia yang ingin bersama-sama mewujudkan masa depan sehat bagi anak-anak Indonesia melalui Project Sunlight,” kata Maria Dewantini Dwianto, head of corporate communications PT Unilever Indonesia.

Mia pangilan akrab ini mengatakan sebagai bentuk nyata dalam menciptakan masa depan sehat untuk generasi mendatang, dukungan dari masyarakat tersebut akan kami aktualisasikan dalam bentuk penyediaan edukasi dan pembangunan fasilitas sanitasi yang akan menjangkau 21 sekolah dan 4,600 anak-anak di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerjasama dengan Save The Children” tambah Maria yang akrab dipanggil Mia.

Menurut data Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia (MDG), target pemenuhan akses sanitasi layak pada 2015 harus mencapai 62,41%. Di Indonesia, baru 56,24% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, di mana Provinsi NTT menempati posisi terendah dengan presentase 30,5%.

Provinsi NTT juga termasuk dalam lima provinsi dengan proporsi pembuangan akhir tinja tidak ke tangki septik tertinggi sebesar 65,3%. Fakta tersebut melatarbelakangi pemahaman Unilever dan Save The Children bahwa kondisi sanitasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama di Provinsi NTT.

“Baru 66% sekolah dasar yang memiliki akses ke air bersih dan hanya 51% sekolah yang memiliki fasilitas jamban sekolahdi Kabupaten Sumba Barat. Sementara itu, hanya 18,3% anak-anak yang mengerti bagaimana mencegah diare dan hanya 24,1% anak-anak yang mencuci tangan mereka dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar,” katanya.

Sejak Januari, Unilever dan Save The Children dengan dukungan dari pemerintahan daerah, telah memulai beberapa kegiatan, diantaranya adalah meningkatkan akses fasilitas air bersih dan sanitasi, memberikan edukasi dan melatih guru, kepala sekolah dan siswa sekolah, mendistribusikan materi edukasi kesehatan dan kebersihan dan program pendukung lainnya.

BERITA TERKAIT

Racun dalam Vape Ganggu Kekebalan Tubuh dan Picu Kanker

Rokok elektrik alias vape memicu kerusakan organ di dalam tubuh. Kandungan di dalam vape juga mengandung zat yang mengganggu sistem…

Ini Obat Alami untuk Panas Dalam

Panas dalam kerap dialami banyak orang, khususnya saat musim pancaroba. Serangan panas dalam sering digambarkan dengan kondisi tenggorokan yang panas,…

Mengulik Bahaya Minyak Curah yang Dilarang Pemerintah

Pemerintah melarang peredaran minyak curah terhitung sejak 1 Januari 2020 mendatang. Minyak curah yang beredar di pasaran dinilai berbahaya untuk…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Asosiasi Vape Minta Regulasi Atur Rokok Elektrik

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) meminta pemerintah segera membuat regulasi yang mengatur vape atau rokok elektrik di Indonesia. "Kami mendorong…

Cara Efektif Turunkan Berat Badan untuk Hindari Obesitas

Menurunkan berat badan bisa menjadi tantangan besar bagi sejumlah orang. Namun, melakukan perubahan selangkah demi selangka pada gaya hidup, dapat…

Cara Ampuh untuk Atasi Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang terjaga tiap malam atau mudah terbangun malam dan sulit untuk kembali tidur. Efek…