Citi dan MAMI Luncurkan Produk Reksa Dana Unggulan - Awali 2015

NERACA

Citibank N.A. Indonesia (“Citi”) dan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia ("MAMI") beberapa waktu lalu mengumumkan kerja sama strategis untuk memberikan solusi alternatif dalam berinvestasi. Produk ini akan didistribusikan melalui 20 cabang Citibank di 6 kota besar di Indonesia. Kerja sama terbaru ini juga merupakan wujud komitmen Citi sebagai penasihat keuangan terpercaya, yang memberikan solusi keuangan bagi para nasabahnya.

"Kerja sama ini semakin memperkuat layananWealth Advisoryyang merupakan bagian dari layanan Citigold kami. Melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan manajer investasi terkemuka di Indonesia, Citi dapat memberikan fleksibilitas dan kesempatan diversifikasi yang semakin luas bagi para nasabah” imbuh Country Business Manager, Global Consumer Banking,Citi Indonesia Lauren Sulistiawati.

Sementara itu, President Director, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro juga berpendapat bahwa kerja sama ini merupakan sebuah kolaborasi yang efektif antara dua institusi yang kuat: Citi, sebagai salah satu institusi keuangan terdepan yang menyediakan solusi keuangan komprehensif untuk para nasabahnya, dan MAMI sebagai salah satu perusahaan pengelola reksa danayangterkemuka, terpercaya, dan inovatif di Indonesia.

“Secara bersama-sama, Citi dan MAMI akan menyediakan produk yang inovatif dan layanan yang prima bagi para nasabah," ujar dia

Di tahap awal kemitraan ini, Citi dan MAMI meluncurkan sebuah produk reksa dana bernamaManulife Saham Strategi Unggulan (MANSATU). Reksa dana MANSATU merupakan produk investasi untuk jangka panjang yang melakukan investasi pada efek saham. Produk ini memiliki komposisi investasi 80%-100% pada efek saham, 0%-20% efek pendapatan tetap, dan 0-20% efek pasar uang. Reksa dana ini juga memiliki fleksibilitas dalam berinvestasi, baik pada saham berkapitalisasi besar (big cap) maupun saham dengan kapitalisasi kecil dan menengah (small and mid-cap).

"Reksa dana dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang baik bagi para investor, karena tersedia dalam beragam kelas aset dan memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito," kata Legowo Kusumonegoro menjelaskan.

Menurut survei Citi FinQ (Financial Quotient) 2014, selain uang tunai dan properti, semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya diversifikasi guna mengembangkan portofolio investasi mereka. Salah satu investasi yang semakin digemari adalah reksa dana. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa lebih dari 63% responden menganggap produk keuangan sebagai salah satu kunci dalam memilihwealth management bank.

"Pengenalan produk MANSATU akan menambah daftar produk keuangan berkualitas tinggi yang kami tawarkan melalui layananwealth management. Kami optimis bahwa produk ini dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi nasabah kami. Khususnya bagi yang ingin memperluas portfolio investasi mereka melalui reksa dana demi tercapainya tujuan finansial masing-masing nasabah,” ujarHead of Wealth Management Citi Indonesia, Ivan Jaya

BERITA TERKAIT

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Bank Commonwealth Luncurkan Aplikasi Wealth Management

  NERACA   Jakarta - Bank Commonwealth meluncurkan aplikasi CommBank SmartWealth yang merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang berfokus pada…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…