Bank Mutiara Pastikan Tetap Listing di Bursa

NERACA

Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) akan tetap mempertahankan status perseroan sebagai perusahaan terbuka (Tbk) dan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menjawab pertanyaan bursa terkait komitmen perseroan untuk tetap tercatat di pasar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/2).

Pjs. Corporate Secretary BCIC, Hartono Karyatin mengatakan, perseroan masih belum dapat menyampaikan langkah-langkah atas rencana korporasi yang akan dilakukan karena langkah yang akan diambil berkaitan dengan hasil putusan atas status kepemilikan saham public.

Menurut Hartono, sampai dengan saat ini perseroan masih menunggu kepastian hukum dari Mahkamah Konstitusi yang sedang diajukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait penjualan seluruh saham bank dalam penanganan LPS, khususnya mengenai kepemilikan saham public,”Sehubungan dengan itu, perseroan mohon kepada bursa agar dapat menerima penjelasan tersebut dan perseroan akan segera menyampaikan perkembangan rencana korporasi setelah memperoleh putusan resmi terkait hal tersebut di atas," jelas Hartono.

Seperti diketahui, Bank Mutiara telah mencatatkan setoran modal dari J Trust Co. Ltd sebesar Rp300 miliar sebagai modal disetor dalam komponen modal perseroan per 22 Januari 2015. Dengan dicatatkannya dana setoran modal tersebut sebagai modal disetor, maka komposisi modal perseroan menjadi sebagai berikut, modal dasar Rp12 triliun yang berupa jenis saham seri A sebanyak 900.000.000.004.200 lembar dengan nominal per lembar Rp0,01 per saham sehingga total sebesar Rp900.000.000.004.200.

Kemudian jenis saham seri B mempunyai jumlah saham 38.461.538.461 lembar saham dengan nominal per lembar sebesar Rp78 sehingga total sebesar Rp2.999.999.999.958. Adapun total saham sebesar 900.038.461.538.461 dengan total nominal Rp12 triliun. Sementara itu, untuk modal ditempatkan dan disetor penuh Bank Mutiara sebanyak Rp10.523.154.808.730.

Rincian dari modal ini yakni untuk saham seri A atau saham biasa berjumlah 823.200.325.675.265 lembar saham dengan nominal sebesar Rp0,0100 per lembar serta total Rp8.232.003.256.753 yang dimiliki oleh J Trust sebesar 99,0361%. Kemudian kepemilikan LPS yang akan dialihkan kepada pihak yang ditunjuk J Trust setelah terpenuhinya kondisi pengambilalihan saham sebesar 0,9605 persen berupa seri A atau saham biasa berjumlah 7.983.774.324.735 lembar dengan nominal Rp0,0100 per saham dan total sebanyak Rp79.837.743.247.

Sementara itu, untuk kepemilikan publik yang akan dialihkan kepada pihak yang ditunjuk J Trust setelah terpenuhinya kondisi pengambilalihan saham sebesar 0,0034% berupa seri B (saham biasa) berjumlah 28.350.177.035 lembar dengan harga nominal Rp78,0000 per saham senilai Rp2.211.313.808.730. Adapun total keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 831.212.450.177.035 lembar saham senilai Rp10.523.154.808.730. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

TGB : Walau Terus Difitnah, Jokowi Tetap Tulus Bekerja

TGB : Walau Terus Difitnah, Jokowi Tetap Tulus Bekerja NERACA Jakarta - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…