Belajar Segudang Pengalaman Dari Jababeka - Kembangkan Kawasan Industri

NERACA

Jakarta – Keseriusan pemerintah untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan basis pembangunan industri terus dilakukan dengan mendorong pemerintah daerah membangun kawasan industri baru. Bahkan pemerintah berjanji akan memberikan insentif bagi investor yang berniat membangun dan mengembangkan kawasan industri terpadu. Hal ini sangat beralasan, saat ini lahan kawasan industri masih sangat terbatas dan hanya fokus di pulau Jawa saja.

Kondisi ini menjadi berkah bagi PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang lebih dahulu sudah bermain di bisnis properti untuk kawasan industri. Bahkan pemerintah bakal memperkenalkan konsep satu kota-satu pabrik yang merupakan gagasan dari Jababeka sebagai upaya pengembangan ekonomi kota-kota di seluruh Indonesia

Direktur Utama kawasan industri PT Jababeka, Tbk Setyono Djuandi Darmono mengusulkan, agar pabrik-pabrik yang sukses beroperasi disekitar Jabotabek diimbau untuk pindah keluar daerah dan diberi insentif sesuai dengan kebutuhan mereka,”Hal ini dilakukan supaya bisa tumbuh kawasan industri di kota-kota lain di Indonesia sekaligus mengurangi beban di Jabotabek," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/2).

Namun dia mengingatkan, insentif dari pemerintah harusnya disesuaikan dengan daerah tujuan investasi dan kebutuhan investor sendiri. Darmono juga mengingatkan pemerintah untuk mengatasi hambatan di sektor kepastian hukum, pembebasan lahan dan sumber daya manusia yang layak.

Seperti diketahui, Jababeka berencana mengembangkan kawasan Indutri dan kawasan residential di Kendal Jawa Tengah sejak tahun lalu. Kawasan ini akan dijadikan seperti kawasan industri Cikarang. Perseroan menargetkan bisa mengakuisisi 2.700 ha lahan dalam jangka panjang. Untuk pengembangan kawasan indutri Kendal ini, KIJA menggandeng perusahaan asal Singapura Semcorp Development Indonesia Ltd.

Disamping itu, Jababeka mempunyai impian besar jangka panjang untuk mengembangkan 100 kota mandiri yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Kata Setyono Djuandi Darmono, 100 kota tersebut diharapkan dapat menjadi kota mandiri melalui pemanfaatan potensi kota secara maksimal sehingga membuka semakin banyak peluang kerja,”Tren bisnis kita akan terus membuka lapangan kerja melalui penjualan lahan untuk industri dan bukan untuk perumahan,”ungkapnya.

Setyono menambahkan, untuk memenuhi proyek pembangunan 100 kota tersebut, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan pemerintah setempat dan mitra strategis guna membangun dan mengembangkan inovasi konsep-konsep investasi baru yang sejalan dengan perkembangan teknologi terkini.

Tahun ini, perseroan menargetkan total pendapatan sebesar Rp 3 triliun atau sama dengan target pendapatan tahun lalu. Disebutkan, kontribusi terbesar dari total pendapatan perseroan pada tahun ini masih didominasi dari bisnis infrastruktur mencapai Rp 1,8 triliun. Adapun kontribusi pendapatan dari bisnis properti diperkirakan sekitar Rp 1,1 trilun sampai Rp 1,2 triliun. Disebutkan, dari target marketing sales sekitar Rp 1,1 - 1,2 triliun, sekitar 45% bersumber dari proyek residential dan komersial, sisanya 55% dari penjualan lahan industri. (bani)

BERITA TERKAIT

Beragam Solusi Keuangan di GIIAS - Astra Berikan Nilai Tambah dari Sekedar Jual Mobil

Lesunya bisnis pasar otomotif dalam negeri tidak mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk hadir di pameran tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto…

Aplikasi Mobile InvestASIK - DIM Bidik Investor Potensial dari Milenial

NERACA Jakarta – Mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam percepatan literasi keuangan di kalangan anak muda, khususnya industri pasar…

BJB Targetkan Himpun Rp4,9 Triliun dari Penerimaan PBB

  NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB pada tahun ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…