Sukses ‘Launching’ PREMIER TERRACE, Hunian 6,2 Ha Berkonsep Modern Tropikal - Premier Qualitas Indonesia & Trisula Group

NERACA

Jakarta – PT Premier Qualitas Indonesia, yang pada awalnya didirikan oleh perusahaan Les Nouveaux Constructeurs dari Perancis, merupakan developer ternama yang telah mengembangkan 21 proyek perumahan yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bekasi dengan kreasi bangunan berkualitas prima serta desain yang bercita rasa tinggi.

Di awal tahun 2015, Group Premier akan berkonsentrasi mengoptimalkan penjualan seiring tingginya permintaan dan segera membangun perumahan Premier Terrace yang telah dipasarkan pada akhir tahun. Perumahan seluas 6,2 hektar yang menawarkan 262 unit rumah ini merupakan hasil kerjasama PT Premier Qualitas Indonesia (PQI) dengan Trisula Group selaku pemilik lahan yang berlokasi di Jl. Raya Ciracas, Jakarta Timur.

Tommy Wong, President Director PT Premier Qualitas Indonesia mengatakan, sejak diluncurkan akhir tahun lalu perumahan Premier Terrace saat ini sudah terjual 70%. “Di awal tahun 2015 ini, kami akan terus memaksimalkan penjualan Premier Terrace karena permintaan yang masih sangat tinggi, serta akan segera membangunnya,” ujar Tommy Wong seraya mengatakan bahwasanya pembangunan Premier Terrace menyerap investasi sekitar Rp 350 miliar. Seperti proyek-proyek sebelumnya, PT Premier Qualitas Indonesia, saat ini masih membidik segmen kelas menengah ke atas.

PT Premier Qualitas Indonesia optimis, perumahan Premier Terrace akan habis terjual dalam beberapa bulan mendatang di tahun 2015 ini. “Kami sangat yakin akan sold out dalam waktu cepat karena perumahan Premier Terrace memiliki banyak keunggulan sehingga sangat diminati masyarakat,” ujar Tommy.

Keunggulan Premier Terrace

Keunggulan Premier Terrace, menurut Hendra Purnama, Business Development Director PT Premier Qualitas Indonesia adalah pada lokasinya yang strategis; berada di jantung kota Jakarta Timur yang memiliki nilai investasi tinggi, serta dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perkantoran (TB Simatupang), pusat rekreasi (Taman Mini Indonesia Indah), pusat perbelanjaan, restoran, sekolah, dan rumah sakit. Selain itu, Premier Terrace dekat dengan 2 akses tol, yakni Tol Lingkar Luar Jakarta & Tol Jagorawi (exit Gerbang Tol Taman Mini/ Pondok Gede), yang memudahkan penghuni dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Benoit Giroux, Project Director Premier Terrace mengatakan, konsep pengembangan Premier Terrace sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern karena lahir dari semangat untuk menghadirkan kenyamanan hunian bernuansa alam tropis yang berkualitas. Premier Terrace merupakan hunian eksklusif idaman keluarga masa kini yang enerjik dan bercita rasa tinggi.

Tak hanya sekadar memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi para penghuninya sehari-hari, Premier Terrace juga menawarkan beragam pilihan tipe rumah bergaya Modern Tropikal, antara lain Tipe Aurillac yang memiliki luas tanah (LT) 180 m2 dan luas bangunan (LB) 202 m2 (12x15, dua lantai, split level). Tipe Aurillac dipasarkan dengan harga mulai dari kisaran Rp2,6 miliaran.

Dipasarkan pula Tipe Beaumont yang berukuran LT 135 m2 / LB 171 m2 (9x15, dua lantai) dengan harga 1,5 M-an, serta Tipe Cayenne yang ditawarkan dengan dimensi ukuran LT 105 m2 / B 114 m2 (7x15, dua lantai). Juga ada Tipe Davron berukuran LT 90 m2 / LB 69 m2 (6x15, dua lantai) dan Tipe Estaires berukuran LT 209 m2 / LB 140 m2 (dua lantai).

PT Premier Qualitas Indonesia memberikan layanan purna jual berupa masa pemeliharaan rumah selama 6 bulan sejak diserah-terimakan. Estate Management pun dikelola oleh pihak profesional, salah satu diantaranya adalah Collier International. Selain komitmen untuk membangun dan serah terima setiap unit rumahnya dalam jangka waktu 12 bulan, beberapa bank pun telah diajak serta bekerjasama, seperti: Bank Danamon, BII, Bank NISP, Bank Panin, dan Bank Syariah Mandiri.

PT Premier Qualitas Indonesia menawarkan kesempatan untuk bekerja-sama dengan para pemilik lahan dalam mengembangkan proyek properti. “Kami terus mencari lahan dengan luas mulai dari satu hektar hingga di atas 50 hektar untuk dikembangkan menjadi produk properti berkualitas. Bagi pemilik lahan yang tertarik, ditawarkan pola kerjasama pengembangan proyek properti atau dapat pula dibeli secara putus,” demikian pungkas Hendra Purnama menutup pembicaraan.

BERITA TERKAIT

Terlalu Vulgar, Film "After" Tidak Sesuai Budaya Indonesia

Jakarta-Baru dirilis 16 April 2019 di berbagai bioskop di Indonesia, film ‘After’ sudah mengundang kontroversi. Berbagai sorotan, terutama karena adanya…

Indonesia Industrial Summit 2019 - Sektor Manufaktur RI Dipandang Siap Menerapkan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar…

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…