Krakatau Steel Terus Perbesar Land Bank - Perluas Lahan Industri

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis baja yang dilakoni PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tidak pernah mati, meskipun performance kinerja keuangan perusahaan plat merah ini masih negatif. Pasalnya, tahun ini perseroan menargetkan mampu merampungkan akuisisi lahan seluas 400 hektare (ha) di Jawa. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengadaan total lahan industri baru seluas 1.000 ha.

Direktur Utama Krakatau Steel (KS) Irvan K Hakim mengatakan, perseroan menargetkan akuisisi 1.000 ha lahan tersebut rampung dalam waktu tiga tahun. Saat ini, perseroan telah menguasai lahan sekitar 150 ha,”Untuk lokasi rinci dan dana yang disiapkan, saya belum bisa bilang. Kami masih dalam tahap negosiasi. Sumber dana ekspansi itu dari belanja modal,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, pengadaan lahan industri bukan hanya perkara soal tanah, tapi perseroan perlu merencanakan pembangunan infrastruktur penunjang. Misalnya, lokasi strategis yang dekat pelabuhan, serta ketersediaan pembangkit listrik.

Nantinya, selain untuk Krakatau Steel, lahan industri baru itu juga dibuka untuk perusahaan swasta. Saat ini, emiten berkode saham KRAS tersebut tengah mengurus perizinan dan sumber pendanaan eksternal untuk pendanaan proyek pembangkit listrik baru berkapasitas 2x80 megawatt (MW). Adapun total investasi proyek tersebut sekitar US$ 80 juta. Proyek itu digarap oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Krakatau Daya Listrik. “Sumber pendanaan akan kombinasi dari eksternal dan ekuitas. Pinjaman terkait proyek itu bisa dicairkan tahun ini,” tutur Irvan.

Pembangkit listrik tersebut memiliki peluang untuk mencapai kapasitas 5x80 MW. Berdasarkan perhitungan perseroan, jika pembangkit listrik tersebut selesai dibangun, perseroan mampu menghemat sampai US$ 40 juta untuk biaya listrik.

Sebelumnya, Krakatau Daya Listrik telah membangun combined cycle power plant berkapasitas 120 MW. Proyek tersebut beroperasi penuh pada Desember 2014. Tahun ini, Krakatau Steel menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 275-350 juta. Alokasi tersebut tidak berbeda jauh dari realisasi tahun lalu yang sekitar US$ 320-350 juta.

Sesuai rencana, pemerintah akan melakukan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 956,49 miliar kepada Krakatau Steel. Penyertaan modal itu berasal dari kapitalisasi laba berjalan periode Januari-Juni 2010, sebelum digelar IPO pada 2010.

Irvan menjelaskan, PMN dari pemerintah tersebut hanya berupa pencatatan dan pembukuan. Dengan begitu, perseroan tidak akan mengantongi dana tunai dari PMN. Sementara itu, belum lama ini, dua anak usaha Krakatau Steel, yakni PT Krakatau Tirta Industri (KTI) dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) melakukan perjanjian jual beli tanah.

Dalam transaksi yang dilakukan 26 Januari lalu, KTI mengalihkan kepemilikan tanah di Serang, Banten, seluas 47.985 meter persegi (m2) kepada KIEC. Dari penjualan itu, KTI akan meraup dana sebesar Rp 44,26 miliar. Dana itu bakal digunakan KTI untuk membiayai proyek investasinya.

Krakatau Steel memiliki 99,99% saham KTI dan KIEC. KTI sendiri merupakan anak usaha perseroan yang melakukan kegiatan usaha pengadaan air baku dan mengoperasikan instalasi penjernihan air. Sedangkan, KIEC menyediakan fasilitas industri dan melakukan perawatan atas kawasan industri di Cilegon. (bani)

BERITA TERKAIT

Keterampilan Tenaga Kerja di Sektor Industri Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang gencar memacu keterampilan atau kemampuan dari tenaga kerja industri di Indonesia sesuai kebutuhan era…

Anggota DPR: Masyarakat Harus Terus Kawal RUU Pertembakauan

Anggota DPR: Masyarakat Harus Terus Kawal RUU Pertembakauan NERACA Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan masyarakat…

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…