Impack Buka Pasar Australia dan Selandia Baru

NERACA

Jakarta –Perluas pasar penjualan, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mulai melaksanakan ekspor perdana ke negara Australia dan Selandia Baru, dengan perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 5 juta atau setara Rp62,5 miliar (Rp12.500/USD).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Export Manager Impack Pratama Industri, Etty Eryanie mengatakan, perseroan telah mulai melaksanakan ekspor perdana penutup atap dari sinar ultra violet atau polycarbonate roofing sheets ke Australia dan Selandia Baru dengan merk Laserlite. Ekspor perdana dilakukan mulai 2 Januari 2015,”Perseroan merencanakan untuk melakukan ekspor Laserlite di tahun ini dengan perkiraan nilai sebesar US$ 5 juta dan volume ekspor akan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya," ujarnya.

Ekspor ini merupakan hasil dari akuisisi yang dilakukan IMPC pada November 2014 dengan Bayer Material Science. Bayer merupakan produsen polycarbonate roofing sheets terbesar dengan merek dagang Laserlite, yang berkedudukan di Australia."IMPC dan Bayer Group telah menjalin kerja sama yang cukup erat selama 20 tahun terakhir. Kerja sama ini akan terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang," imbuhnya.

Etty menambahkan, perseroan saat ini tengah memindahkan mesin-mesin dan peralatan produksi hasil akuisisi dari Australia ke pabrik Impack Pratama Industri di kawasan Delta Silicon II Industrial Park Lippo Cikarang.

Dia mengklaim tambahan mesin-mesin tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi IMPC. Perseroan juga berambisi menjadi salah satu produsen polycarbonate roofing sheets terbesar di dunia. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp36,74 miliar.

Direktur IMPC Lindawati pernah bilang, alokasi capex tersebut berasal dari dana yang diperoleh melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO),”Tahun 2015 kita anggarkan capex sebesar 10-20% dari dana IPO yang masuk kantong IMPC sendiri sebesar Rp183,73 triliun. Sedangkan capex tahun 2014 ini Rp20 miliar, sudah terserap semua 100%,”ungkapnya.

Dia mengungkapkan, belanja modal tersebut akan digunakan perseroan untuk pengembangan produk dan pembelian mesin. Disebutkan, sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk membeli mesin produksi polycarbonate. Dimana capex-nya berasal dari dana operasional dan pinjaman bank.

Sebagai informasi, perusahaan produsen polycarbonate roofing sheet ini telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun 2014 melalui penawaran umum perdana sebanyak 150,05 juta lembar atau 31,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Dengan harga pelaksanaan Rp3.800 per saham, maka total dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham sebesar Rp570,19 miliar. Dana yang diperoleh dari IPO, sekitar 36% akan digunakan perseroan untuk pembayaran sebagian pembelian tanah berstatus Hak Guna Bangunan seluas 6 hektare (ha) di Delta Silicon VII, Lippo Cikarang, Bekasi, untuk perluasan dan pengembangan pabrik.

Sekitar 24% digunakan oleh PT Unipack Plasindo, anak entitas untuk pembayaran sebagian pembelian tanah berstatus hak guna bangunan seluas 4 ha di Delta Silicon VIII, Lippo Cikarang untuk relokasi pabrik yang sebelumnya berlokasi di Karawang. Sisanya digunakan untuk modal kerja. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…

Dampak Pemilu dan Lebaran - Pendapatan IPCC Terkoreksi 8,62%

NERACA Jakarta – Geliat kegiatan ekspor impor otomotif belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…