Dana Kelola Reksa Dana Capai Rp 234 T

NERACA

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan reksa dana hingga Januari 2015 tercatat sebesar Rp234,53 triliun, dengan jumlah unit penyertaan sebanyak 145,38 miliar. Informasi tersebut disampaikan OJK dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/2).

Disebutkan, mayoritas dana kelolaan tersebut masih dikontribusi dari reksa dana saham. Dana kelolaan reksa dana berbasis saham tercatat mencapai Rp100,01 triliun atau 42,50% dari total dana kelolaan reksa dana. Sedangkan, reksa dana terproteksi mengontribusi 18,11% atau senilai Rp42,62 triliun.

Posisi ketiga adalah reksa dana pendapatan tetap senilai Rp35,29 triliun atau sekitar 15,00%. Reksa dana campuran membukukan dana kelolaan sebesar Rp19,57 triliun atau 8,31% terhadap keseluruhan dana kelolaan. Reksa dana pasar uang mencatat dana kelolaan senilai Rp23,25 triliun atau 9,88% dan reksa dana indeks Rp516,85 miliar atau 0,22%.

Sementara reksa dana syariah berbasis campuran mencatat dana kelolaan sebesar Rp1,73 triliun atau 0,74%, reksa dana syariah berbasis terproteksi sebesar Rp1,46 atau 0,62%, reksa dana syariah berbasis saham Rp6,26 triliun atau 2,66%. Sedangkan, reksa dana syariah berbasis indeks sebesar Rp130,31 miliar atau 0,06%, reksa dana syariah berbasis pendapatan tetap Rp370,37 miliar atau 0,16%, dan reksa dana syariah pasar uang sekitar 0,32% atau Rp760,04 miliar.

Sementara dana kelolaan ETF pendapatan tetap Rp2,17 triliun atau 0,92%, ETF Saham Rp502,68 miliar atau 0,21% dan ETF Indeks senilai Rp696,73 miliar atau 0,30% dari total dana kelolaan reksa dana. Asal tahu saja, berdasarkan kajian Infovesta Utama, performa kinerja imbal hasil reksa dana tahun ini diprediksi tidak secemerlang pencapaian pada 2014.

Return reksa dana saham tahun lalu tercatat 27,86% atau di atas pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang 22,29%. Adapun, return reksa dana campuran tercatat 16,91% dan reksa dana pendapatan tetap 7,85%. Namun, pencapaian tersebut diprediksi sulit dikejar pada tahun ini.

Analis PT Infovesta Utama Vilia Wati pernah bilang, kinerja reksa dana secara umum masih cukup prospektif tahun ini. Hanya saja, pencapaian tahun ini diperkirakan tidak akan seoptimistis tahun lalu. Return reksa dana saham sepanjang tahun ini (year on year secara rerata di akhir 2015) diprediksi sekitar 11%-14%. Kemudian, return reksa dana campuran sekitar 9%-11%, dan reksa dana pendapatan tetap 7%-8%. Menurutnya, ada beberapa hal yang dicermati investor tahun ini,”Antara lain rilis data makro ekonomi baik global maupun domestik, rilis data laporan keuangan emiten, kebijakan pemerintah, suku bunga acuan, serta rencana the Fed untuk menaikkan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS),”tuturnya.

Sementara itu, sepanjang tahun lalu performa reksa dana ditopang oleh berbagai hal, seperti pergerakan reksa dana saham yang lebih agresif dibandingkan dengan IHSG. Dengan demikian, pada saat bursa saham menanjak, kinerja reksa dana saham umumnya melaju lebih kencang. Tetapi sebaliknya, pada saat bursa saham turun, reksa dana saham umumnya akan terkoreksi lebih dalam pula. (bani)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…