PT Pindad Bidik Penjualan Rp 4 Triliun

Sebagai BUMN strategis untuk produksi alat-alat senjata militer dan komersial, PT Pindad (Persero) terus menggenjot produksinya. Oleh karena itu, jika PMN dikucurkan, PT Pindad menargetkan pendapatan pada 2019 sebesar Rp4,035 triliun, naik dari pendapatan tahun 2015 yang diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun.

Sementara laba bersih Pindad diperkirakan Rp200,7 miliar pada 2019, tumbuh dari tahun 2015 yang diperkirakan Rp85,3 triliun. Sebelumnya, perseroan mendapat suntikan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp700 miliar yang akan digunakan untuk menambah kapasitas dan memodernisasi peralatan alutsista.

Disamping itu, perseroan juga menggandeng sejumlah negara untuk pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista),”Kerja sama pengembangan kami lakukan tahun ini (2015) dengan Jerman, Turki dan Belgia. Selain transfer,”kata Direktur Utama Pindad, Silmy Karim di Jakarta, Senin (2/2).

Menurut Silmy, dengan Jerman, Pindad bekerja sama dengan Rheinmetall memproduksi amunisi tank. Dengan FNSS Turki mengembangkan mengembangkan pembuatan tank kelas sedang. Sementara dengan Belgia bekerja sama dengan Cockerell Maintenance & Ingeniere SA Defence (CMI) memproduksi sistem senjata atau turret untuk kaliber 90 mm dan 105 mm.

Dijelaskannya, kerja sama ini dilakukan dengan negara-negara yang memang memiliki kemampuan teknologi persenjataan dan tank terkemuka di dunia,”Bentuk kerja sama fleksibel, bisa kerja sama operasi, kerja sama produk, dan membentuk anak usaha bersama," ujarnya.

Menurutnya, kerja sama dengan negara tertentu selain ingin transfer teknologi juga untuk memenuhi kebutuhan alusista dalam negeri,”Banyak negara yang menawarkan kerja sama tapi kami memilih dengan tiga negara ini," katanya.

Alasan lainnya adalah keterbatasan Pindad dalam hal pendanaan untuk pengembangan produk alutsista sendiri. Maka dalam rangka pengembangan produksi alutsista tahun 2015, Pindad membutuhkan dana sekitar Rp4,7 triliun,”Sebanyak Rp700 miliar diharapkan dapat diperoleh dari PMN APBN-P 2015, dari kas internal Rp100 miliar. Selebihnya tentu diupayakan dari mitra," tegasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

Aplikasi Mobile InvestASIK - DIM Bidik Investor Potensial dari Milenial

NERACA Jakarta – Mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam percepatan literasi keuangan di kalangan anak muda, khususnya industri pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…