Kinerja Antam Tergerus Harga Emas - Penjualan Turun 16%

NERACA

Jakarta –Perusahaan tambang emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penurunan penjualan bersih sepanjang tahun 2014 sebesar 16% menjadi Rp9,46 triliun dibanding tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (2/2).

Dijelaskan, menurunkan angka penjualan seiring tergerusnya harga nikel dan emas serta kebijakan pemerintah melarang ekspor bijih mineral mentah. Penjualan bersih perseroan pada tahun lalu paling besar dikontribusi dari penjualan emas sebesar 52% atau senilai Rp4,93 triliun.

Adapun volume produksi emas ANTM dari Pongkor dan Cibaliung sepanjang tahun lalu sebanyak 2.335 kilogram atau susut 9% dibanding 2013 karena turunnya kadar bijih emas yang ditambang, dengan volume penjualan emas mencapai 9.978 kg atau naik 6% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara volume produksi feronikel pada tahun lalu turun 8% menjadi 16.851 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan naik 37% menjadi 19.748 TNi. Nilai penjualan feronikel melonjak 93% menjadi Rp4 triliun seiring naiknya volume penjualan serta harga rata-rata feronikel sebesar 23% menjadi USD7,74/ton.

Sedangkan volume produksi bijih nikel terkoreksi 90% menjadi 1,14 juta wmt seiring regulasi pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral mentah sejak 12 Januari 2014. Volume penjualan bijih nikel pada tahun lalu merosot 98% menjadi 214.400 wmt, sehingga pendapatan tahun lalu juga turun 98% menjadi Rp89 miliar.

Komoditas tambang perseroan lainnya, yakni bauksit diproduksi sebanyak 267.292 wmt dengan volume penjualan 60.898 wmt senilai Rp20 miliar. Sementara produksi batu bara pada tahun lalu sebanyak 464.002 ton dan menjual 652.413 ton senilai Rp179 miliar.

Tahun ini, Antam targetkan penjualan emas sebesar 8,5 juta ton. Dimana untuk memenuhi target penjualan emas, perseroan mengandalkan layanan Berencana Aman Kelola Emas (BRANKAS) yang belum lama ini di rilis.

Menurut Dody Martimbang, GM Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia ANTM, dengan kehadiran BRANKAS, daya beli masyarakat akan meningkat lantaran harganya lebih murah dibanding harga pasar dan harga pabrik. Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, permintaan emas melalui BRANKAS juga bakal meningkat.

Oleh sebab itu, manajemen optimistis BRANKAS menjadi akselerator realisasi penjualan emas ANTM. "Dengan layanan ini pula maka variasi pembelian emas selain melalui pabrik atau toko penjual emas," pungkas Dody.

Disamping itu, Antam juga menginvestasikan dana US$ 500 ribu untuk proyek Top Blown Rotary Converter (TBRC) yang dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah emas Antam. Nantinya, melalui fasilitas tersebut dapat mengekstraksi logam emas dan logam-logam berharga lainnya seperti selenium, paladium, platinum dan lain-lain dari produk anode slime.

Peresmian fasilitas TBRC merupakan salah satu upaya ekspansi bisnis Antam di komoditas emas. Melalui pengoperasian TBRC, Antam akan memberikan nilai tambah dari anode slime melalui pengolahan di dalam negeri. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

Kinerja Bank Jatim Naik Didorong Inovasi

    NERACA   Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menyebutkan peningkatan kinerja keuangan…

Kinerja Memburuk, Dua Komisaris Minta RUPS Ganti Dirut Garuda

NERACA   Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, rencananya akan digelar akhir bulan ini,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…