WIKA Gedung Rencanakan IPO di 2016 - Bidik Dana Rp 1,6 Triliun

NERACA

Karawang – Bila tahun ini WIKA Realty tengah mempersiapkan rencana go public dengan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), maka hal yang sama juga bakal dilakukan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung atau WIKA Gedung. Namun rencana tersebut baru akan di lakukan pada tahun 2016 mendatang.

Direktur Utama WIKA Gedung, Nur Al Fata mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan rencana bisnis untuk go public kepada induk usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan di respon positif. Nantinya, saham yang bakal di lepas sekitar 35% dengan dana yang dibidik Rp 1,5 triliun,”Rencana kita go public tidak hanya menghimpun modal saja, tetapi mengembangkan WIKA Gedung menjadi lebih besar lagi dengan sesuai prinsip good corporate governance,”ujarnya di Kawarang, kemarin.

Maka dalam mempersiapkan perusahaan untuk go public tahun depan dan menarik calon investor, perseroan akan terus menjaga pertumbuhan keuangan lebih baik lagi serta rencana bisnis lebih agresif dengan terus melakukan akuisisi beberapa perusahaan properti. Disebutkan, tahun ini WIKA Gedung bakal mengakuisisi proyek properti di Palembang, beli lahan di Bekasi dan akuisisi hotel di Sarinah Bandung.

Untuk akuisisi proyek properti di Pelambang ditargetkan bisa dilakukan pada kuartal tiga dan akuisisi properti di Bandung pada akhir tahun. Menurut Nur Al Fata, akuisisi properti di Bandung dan di Palembang dinilai langkah tepat dan cepat agar bisa meningkatkan pendapatan ketimbang membangun sendiri yang membutuhkan proses dan perizinan yang panjang,”Saat ini kita rubah konsepnya dalam aksi korporasi dengan mengakuisisi agar lebih bernilai,”ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, kedepan perseroan tengah membidik pengembangan proyek properti baru di Makassar, Balikpapan dan Manado. Kemudian untuk mendanai akuisisi properti di Palembang, Bandung dan beli tanah di Bekasi, perseroan telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 300 miliar.

Kemudian untuk pembangunan apartemen Tamansari Mahogany di Karawang dan Prospero di Sidoarjo menelan biaya investasi sebesar Rp 600 miliar. Tahun ini, kata Direktur Keuangan WIKA Gedung, Zakaria, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 1,7 triliun dan laba bersih tumbuh 27% dibandingkan tahun lalu atau sekitar Rp 85 miliar,”Laba dan penjualan tahun ini diyakini bisa tercapai seiring beberapa proyek yang siap digarap dan bakal dirilis,”ujarnya.

Disamping itu, perseroan juga menargetkan pendapatan dari kontrak sebesar Rp 5,5 triliun. Saat ini, perseroan memiliki ekuitas sebesar Rp 200 miliar dan suntikan modal dari induk usaha sebesar Rp 150 miliar. Asal tahu saja, proyek apartemen di Karawang memiliki tiga tower, terdiri dua tower aparteman dan satu tower kondotel dengan masih-masing tower terdiri dari 25 lantai.

Dibangun diatas lahan 8500 meter persegi, WIKA Gedung membandrol unit apartemennya mulai dari Rp 205 juta hingga 580 juta perunit. Perseroan mengklaim, dari 789 unit apartemen untuk tahap pertama, sekitar 30%nya sudah terjual dan ditargetkan hingga akhir tahun sudah terjual habis dan begitu juga dengan aparteman di Sidoarjo. (bani)

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…