Menanti Data BPS, IHSG Masih Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup sempurna menguat sejak pembukaan perdagangan. Berkah sentimen positif dari bursa saham global menjadi pemicu menguatnya indeks BEI.

Namun menurut analis Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, aksi beli yang dilakukan pelaku pasar adalah reaksi pasar menjelang pengumuman data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan ini,”Menanti data inflasi dari BPS, pasar kembali lakukan aksi beli sehingga memicu indeks BEI menguat,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengharapkan bahwa data ekonomi yang akan dirilis itu mencatatkan hasil positif sehingga potensi IHSG BEI untuk meningkat lebih tinggi akan kembali terbuka, dan mendorong investasi asing masuk ke pasar saham domestik lebih marak.

Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo mengatakan, ekspektasi data ekonomi Indonesia akan bagus setelah data ekonomi bulan Desember 2014 cenderung kurang memuaskan,”Sejauh ini, saya percaya bahwa data ekonomi bakal membukukan hasil yang bagus," katanya.

Oleh karena itu, dirinya menyakini jika perdagangan saham berikutnya, indeks BEI masih akan terus berlanjut menguat. Tercatat IHSG akhir pekan ditutup menguat 26,686 poin (0,51%) ke level 5.289,404. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 2,995 poin (0,33%) ke level 912,054. Sembilan sektor berhasil menguat, paling tinggi sektor aneka industri. Satu sektor yang kena aksi ambil untung adalah sektor infrastruktur.

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 550,772 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 210.587 kali dengan volume 5,469 miliar lembar saham senilai Rp 6,974 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 130 turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 1.400 ke Rp 9.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 57.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 16.750, dan Inti Agri (IIKP) naik Rp 525 ke Rp 3.125. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.900 ke Rp 7.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 17.900, Logindo (LEAD) turun Rp 290 ke Rp 2.240, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 200 ke Rp 14.475.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup tumbuh 25,678 poin (0,49%) ke level 5.288,396. Sementara Indeks LQ45 naik 5,464 poin (0,60%) ke level 914,523. Harga minyak yang merangkak naik menjadi sentimen positif. Bursa AS dan Eropa merespons dengan baik sentimen tersebut.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 107.774 kali dengan volume 2,563 miliar lembar saham senilai Rp 2,888 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 99 turun, dan 99 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari. Beberapa mampu menguat berkat sentimen positif dari Wall Street.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 975 ke Rp 57.675, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 16.200, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.650, dan Matahari (MPPA) naik Rp 240 ke Rp 3.840. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 625 ke Rp 11.100, Logindo (LEAD) turun Rp 255 ke Rp 2.275, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 225 ke Rp 14.475, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 67.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 27,66 poin atau 0,53% ke posisi 5.290,38. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 7,00 poin atau 0,77% ke posisi 916,06,”IHSG terbawa sentimen positif dari indeks Asia pada perdagangan saham akhir pekan seiring dengan penguatan indeks Wall Street menyusul harga minyak mentah yang berbalik naik," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Di sisi lain, lanjut dia, faktor keputusan the Fed yang akan tetap bersabar untuk menaikkan suku bunga, meski ekspansi aktivitas ekonomi berada pada laju yang solid, mengeliminir sentimen negatif dari Yunani yang dikhawatirkan terjadi perubahan kebijakan pemerintah baru sehingga menjadi ancaman kecemasan pasar keuangan,”Pemerintah baru Yunani diperkirakan segera memulai kebijakan yang baru. Aturan bailout yang dibuat oleh pihak Troika (Uni Eropa, bank sentral Eropa, dan lembaga dana moneter internasional/IMF) kemungkinan besar gugur. Apabila itu terjadi, maka Yunani bisa kesulitan memenuhi dana operasional untuk tahun 2015," katanya.

Tim analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa selain sentimen eksternal, pelaku pasar juga sedang menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang sedianya akan dirilis BPS yang diharapkan membaik.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 9,49 poin (0,04%) ke 24.605,34, indeks Bursa Nikkei naik 78,09 poin (0,44%) ke 17.684,31, dan Straits Times menguat 7,40 poin (0,21%) ke posisi 3.426,28. (bani)

BERITA TERKAIT

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil NERACA Palembang - Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan (Sumsel) masih menemukan jajanan…

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah - Wakil Walikota Sukabumi

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah Wakil Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, tingkat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…