Pabrik WIKA Beton Mampu Suplai 30 Tahun - Kebutuhan Bahan Baku Batu Split

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) meresmikan pengoperasian pabrik pemecah batu material alam untuk memenuhi kebutuhan batu split sebagai salah satu bahan utama produk beton pracetak dengan nilai investasi sebesar Rp113,5 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Wilfred I.A. Singkali mengatakan, unit usaha baru "crushing plant" ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku di sejumlah pabrik perseroan yang berlokasi di sekitar Jabotabek,”Pabrik pemecah batu material alam (crushing plant) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan untuk peningkatan produksi beton pracetak,”ujarnya.

Dia mengemukakan bahwa unit usaha baru itu berdiri di atas lahan seluas 38,6 hektare, memiliki kapasitas produksi yang terpasang saat ini sebesar 350 ton per jam berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Melalui sejumlah analisis atas kandungan batu, diperkirakan mampu menyuplai kebutuhan bahan baku batu split hingga 30 tahun ke depan.

Perseroan, lanjutnya, mengharapkan pengoperasian "crushing plant" turut memberikan kepastian ketersediaan, menjaga kesesuaian mutu produk yang dihasilkan, serta dapat berkontribusi pada penurunan biaya operasional sehingga produktivitas perusahaan akan makin meningkat.

Wilfred I.A. Singkali mengatakan, pada tahun-tahun berikutnya WIKA Beton akan mengoperasikan unit "crushing plant" di beberapa lokasi lainnya. Dengan beroperasinya "crushing plant", kata dia, tentunya juga berdampak pada tanggung jawab sosial perusahaan atau "corporate social responsibility" (CSR) berupa penciptaan lapangan kerja bagi warga sekitar,”Itu turut meningkatkan taraf perokomian serta memacu tumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar yang mengarah pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian nasional,”jelasnya.

Asal tahu saja, perseroan memiliki dua pabrik pemecah batu di wilayah Bogor dan Lampung Selatan. Sepanjang tahun lalu, dengan kapasitas produksi beton sebesar 1,7 ton per tahun membutuhkan bahan baku 400 ribu ton split. Maka dengan beroperasinya dua pabrik tersebut, total kapasitas produksinya sebesar 700 ton split per jam. Tahun ini target produksi beton perseroan naik 15%-20%, jadi kebutuhan bahan bakunya juga ikut naik. (bani)

BERITA TERKAIT

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

Ditopang Produksi Anak Usaha - HRUM Targetkan Produksi 5 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Mengulang kesuksesan di tahun kemarin, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menargetkan produksi batu bara sebesar 5 juta…

Kominfo Targetkan Kebijakan 5G Rampung Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. “Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…