Jababeka Targetkan Penjualan Rp 3 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri, menjadi alasan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memasang target kinerja keuangan tahun ini lebih konservatif dan termasuk soal target penjualan.

Sekretaris Perusahaan PT Kawasan Industru Jababeka Tbk, Muljadi Sugandi mengatakan, sepanjang tahun ini perseroan menargetkan total pendapatan sebesar Rp 3 triliun atau sama dengan target pendapatan tahun lalu,”Untuk tahun ini, kami menargetkan total pendapatan sekitar Rp 3 triliun,”ujarnya di Jakarta, Kamis (29/1).

Dirinya mengatakan, kontribusi terbesar dari total pendapatan perseroan pada tahun ini masih didominasi dari bisnis infrastruktur mencapai Rp 1,8 triliun. Adapun kontribusi pendapatan dari bisnis properti diperkirakan sekitar Rp 1,1 trilun sampai Rp 1,2 triliun. Disebutkan, dari target marketing sales sekitar Rp 1,1 - 1,2 triliun, sekitar 45% bersumber dari proyek residential dan komersial, sisanya 55% dari penjualan lahan industri.

Sementara dari segi volume, tahun ini perseroan menargetkan penjulan sekitar 20-25 hektar. Tahun lalu, perseroan mencata volume penjualan seluas 24 hektar. Kemudian untuk belanja modal, perusahaan pengembang kawasan industri ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp 735 miliar. Adapun dana capex tersebut akan bersumber dari hasil penjualan lahan industri dan pinjaman perbankan.

Kata Muljadi, dana capex sekitar Rp 600 miliar akan dialokasikan untuk akuisisi lahan di Cikarang dan Kendal Jawa Tengah. Sementara, sekitar Rp 135 miliar dari dana capex akan digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur di Cikarang dan investasi,”Cikarang memiliki porsi sekitar 60%, sedangkan sisanya 40% dari Kendal," jelasnya.

Seperti diketahui, Jababeka berencana mengembangkan kawasan Indutri dan kawasan residential di Kendal Jawa Tengah sejak tahun lalu. Kawasan ini akan dijadikan seperti kawasan industri Cikarang. Perseroan menargetkan bisa mengakuisisi 2.700 ha lahan dalam jangka panjang. Untuk pengembangan kawasan indutri Kendal ini, KIJA menggandeng perusahaan asal Singapura Semcorp Development Indonesia Ltd.

Jababeka mempunyai impian besar jangka panjang untuk mengembangkan 100 kota mandiri yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Direktur Utama Jababeka, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, 100 kota tersebut diharapkan dapat menjadi kota mandiri melalui pemanfaatan potensi kota secara maksimal sehingga membuka semakin banyak peluang kerja,”Tren bisnis kita akan terus membuka lapangan kerja melalui penjualan lahan untuk industri dan bukan untuk perumahan,”ungkapnya.

Setyono Djuandi Darmono menambahkan, untuk memenuhi proyek pembangunan 100 kota tersebut, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan pemerintah setempat dan mitra strategis guna membangun dan mengembangkan inovasi konsep-konsep investasi baru yang sejalan dengan perkembangan teknologi terkini.

Kemudian menyediakan sumber daya manusia dan sarana fisik infrastruktur untuk mendukung pembangunan kota dan melakukan kegiatan promosi secara pro aktif dan bekerja sama dengan perusahan nasional dan multinasional. (bani)

Related posts