Usaha Sablon Layak Jadi Pertimbangan - Modal Minim

Mungkin jika dana yang dimiliki cukup besar, seseorang tidaklah bingung menentukan untuk membuka usaha. Tetapi jika dana cekak, seseorang akan berfikir dua kali untuk terjun. Ingat pesan salah seorang pengugusaha hebat Bob Sadino yang belum lama ini tutup usia, modal itu tak memlulu masalah uang. Jadi, walaupun uang sedikit asalkan ada kemauan usaha bisa dibangun.

Salah satunya adalah usaha sablon. Selain menjanjikan, bisnis sablon sangat mudah untuk dilakukan. Tak hanya itu, bahkan boleh dibilang modalnya pun relatif kecil, dan yang pasti risiko bisnisnya pun sangat rendah.

Apalagi di tahun terdapat banyak moment, ada perhelatan olahraga, ada banyak pertunjukan musik dan banyak lagi hal lainnya yang akan diselenggarakan di negeri ini, kalau sudah begitu urusan omzet pun diperkirakan dapat meninggi.

Ya, pada dasarnya, bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil. Namun, semakin besar modal tentu saja usaha yang dijalankan akan semakin baik. Nah, jika modal cekak belanjakan uang untuk membeli peralatan sablon saja.

Modal untuk membeli bahan baku juga perlu Anda miliki karena biasanya konsumen membayar setelah pesanannya jadi. Jika Anda kesulitan mendapatkan modal awal, tidak ada salahnya bernegosiasi untuk mendapatkan bahan kaus di awal dan membayarnya belakangan. Sedangkan pengerjaannya Anda bisa melakukannya sendiri.

Sementara untuk lokasi usaha rasanya tidak memerlukan lokasi strategis, Bahkan, banyak usaha sablon berada di gang-gang sempit. Namun, jika modal yang Anda miliki cukup, tak ada salahnya memilih tempat yang strategis.

Seperti kebanyakan bisnis, bisnis sablon pun memiliki beberapa hambatan. Tetapi, hambatan utama bisnis ini terletak pada ketatnya persaingan serta pembayaran yang telat sering dilakukan konsumen. Tetapi, dengan strategi pasar yang baik hambatan-hambatan ini bukan tidak mustahil untuk dilewati.

Nah Berikut Ini analisis usaha sablon. Dengan dana sebesar Rp5juta rupiah, usaha ini bisa berjalan. Dana tersebut diperuntukan untuk modal awal untuk membeli peralatan seperti computer, printer, screener, serta alat-alat sablon lainnya.

Jika ada dana lebih dapat digunakan untuk perlengkapan promosi, seperti dengan membuat spanduk, brosur dan segudang promosi lainnya. Dengan asusmsi sedikitnya 500 potong yang mampu dihasilkan bisa mencapai Rp3juta-Rp4 juta.

Perlu diketahui harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya usaha lainnya dapat berubah setiap waktu. Maka dari itu, sesuaikan dengan analisa harga dan biaya-biaya lain yang ada di lingkungan Anda. Karena itu, perhitungan di atas tidaklah mutlak didapatkan.

Dengan kata lain, prakteknya dilapangan nanti belum tentu seperti itu, bisa lebih kecil atau bisa pula lebih besar. Yang jelas, kalau kualitas serta harga yang kita terapkan bersaing. Bukan hal mustahil untuk melampaui analisis usaha di atas tadi, apalagi didukung dengan promosi yang tepat.

Related posts