Harry Tanoe Ngebet Akuisisi Saham Tutut - Kuasai 100% Saham MNC TV

NERACA

Jakarta – Pimpinan atau CEO PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Harry Tanoesoedibjo memiliki ambisi besar untuk mendapatkan sisa 25% saham MNC TV yang saat ini dipegang oleh Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut Soeharto,”Mudah-mudahan lah. Intinya siap untuk bernegosiasi sisa saham 25% dan mudah-mudahan, secepatnya bisa dieksekusi,”kata Harry di Jakarta, Rabu (28/1).

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan sisa saham 25% yang dimiliki MNC TV, setidaknya harus ada jalur negosiasi yang khusus, agar langkah akuisisi bisa diraih dengan baik. Menurut Harry, langkah akuisisi akan dilakukan secepatnya dengan baik, agar semua proses bisa didapatkan dengan sempurna.

Sekadar diketahui, PT Media Nusantara Citra Tbk yakin pihaknya adalah pemilik sah PT Cipta Televisi Indonesia (TPI) atau MNCTV. Keyakinan ini didasari oleh putusan Badan Arbitrase Nasional (BANI) yang memutuskan bahwa kepemilikan saham TPI yang sah adalah PT Berkah Karya Bersama sebesar 75%, serta memutuskan pengalihan 75% saham TPI dari PT Berkah Karya Bersama kepada MNCN juga sah secara hukum.

Putusan BANI ini kemudian dikuatkan kembali oleh hasil eksaminasi perkara tersebut yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2015. Eksaminasi yang dilakukan oleh sejumlah pakar hukum menyimpulkan putusan BANI sah, karena dalam investment agreement diatur bahwa jika ada sengketa apapun penyelesaiannya harus melalui BANI, sehingga pengadilan dapat melakukan eksekusi atas keputusan BANI.

Juru Bicara MNCN Arya Sinulingga sempat mengatakan, hasil eksaminasi ini semakin memberikan kepastian mengenai status kepemilikan TPI oleh MNC Group,”Dengan kepastian hukum ini jelas meningkatkan kepercayaan investor kepada MNC. Tidak ada keraguan MNC sebagai pemilik sah MNCTV," kata Arya Sinulingga.

Menurut Arya, saat ini MNC juga berencana menguasai 100% saham TPI. Perseroan tengah melakukan kajian dan mencari cara untuk mengakuisisi sisa saham 25% yang saat ini masih dimiliki oleh Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut Soeharto,”Dengan kekuatan hukum yang kami miliki, kami optimistis bisa menguasai penuh MNCTV,"ujarnya.

Arya mengungkapkan, keyakinan ini juga ditopang dengan kinerja MNC yang terus menanjak. Mengawali 2015, saham-saham di bawah bendera MNC Group mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sebelumnya, sejumlah pakar hukum melakukan eksaminasi (kajian hukum) atas perkara TPI. Hasilnya menyebutkan Tutut harus mematuhi putusan BANI tentang sengketa kepemilikan TPI. Tutut dinilai tidak memiliki alasan kuat untuk menolak putusan BANI yang memenangkan PT Berkah Karya Bersama.

Pakar hukum perdata, Arrisman, mengatakan meskipun berpegang pada putusan Mahkamah Agung (MA) tentang perkara kepemilikan saham TPI, Tutut tetap terikat pada perjanjian awal yang tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun 2005,”Pasal 3 UU No.30 Tahun 1999 menyebutkan pengadilan negeri tidak berwenang mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dalam perjanjian arbitrase,” kata Arrisman. (bani)

BERITA TERKAIT

MNC Investama Bakal Konversi Saham Ke Kreditur - Perkuat Kondisi Keuangan

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang guna menciptkan kinerja keuangan yang sehat, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melakukan restrukturisasi…

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…