INCO Siapkan Belanja Modal US$ 4 Miliar

Perusahaan tambang, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan dana hingga sebesar US$ 4 miliar untuk membiayai ekspansi jangka panjang. Perseroan akan mengembangkan dua proyek utama, yaitu peningkatan kapasitas produksi nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan dan pembangunan smelter di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Direktur Keuangan Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, proyeksi anggaran sebesar US$ 4 miliar akan dipakai untuk kebutuhan ekspansi selama tiga sampai enam tahun. Proyek di Sorowako dan Pomalaa masing-masing diestimasi menyerap dana sebanyak US$ 2 miliar dalam rentang waktu tersebut,”Tapi untuk saat ini, masih terlalu dini untuk menceritakan detil bagaimana pengerjaan proyek nanti. Seperti proyek Pomalaa yang bekerjasama dengan Sumitomo Metal Mining Co itu sekarang masih menunggu hasil studi,” kata Febriany di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, perseroan pernah menargetkan bakal meningkatkan produksi nikel di tambang Sorowako dari 73.000 metrik ton (MT) menjadi 120.000 MT dalam kurun waktu lima tahun. Sementara itu, sejak 2013, Vale Indonesia melakukan studi pra-kelayakan terhadap pembukaan kembali aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan luas konsensi sekitar 20.000 hektare (ha).

Pada tahun yang sama, Vale juga melakukan studi pembangunan dan pengoperasian fasilitas pengolahan bijih nikel yang berlokasi di daerah Pomalaa. Teknologi pengolahan yang dipertimbangkan untuk dipakai adalah proses hidrometalurgi. Pabrik pengolahan bijih nikel ini akan dirancang dengan kapasitas kurang lebih 40.000 ton Ni dalam MSP (mixed sulfide precipitate) per tahun, dengan kemampuan produksi sampai dengan sekitar 50.000 ton Ni per tahun.

Febriany mengatakan, untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2015, perseroan masih menyusun jumlah pastinya. Namun, capex diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan alokasi tahun lalu yang sebesar US$ 100 juta. Peningkatan capex tersebut dipicu oleh terelalisasinya sejumlah kontrak karya. (id/bani)

Related posts