Trisula Bidik Penjualan JOBB Tumbuh 30% - Incar Total Pendapatan Naik 15%

NERACA

Jakarta – Sukses memasarkan merek JOBB dengan penjualan cukup laris, memacu PT Trisula Internasional Tbk (TRIS) untuk terus menambah merek baru guna meningkatkan penjualan. Kali ini, perseroan merilis produk teranyarnya, The WORX, sebagai pengembangan produk celana pria dari brand JOBB, salah satu produk andalan perseroan.

Kata Direktur Ritel PT Trisula Internasional Tbk, Rudolf Simarmata mengatakan, dengan kehadiran The WORX by JOBB ini, maka penjualan JOBB sendiri diharapkan bisa tumbuh di kisaran 22-30% di tahun ini,”Tahun lalu penjualan merek JOBB 22%. Nah kehadiran The WORX kita harapkan bisa dorong penjualan JOBB hingga 30%," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/1).

Sementara untuk total penjualan TRIS sepanjang 2015 ditargetkan tumbuh moderat di level 15%. Menurut Lisa Tjahjadi, Presiden Direktur TRIS, target pertumbuhan 15% ini cukup wajar, dengan kondisi perekonomian tahun ini yang masih diluar perkiraan,”Kita lihat keadaan ekonomi 2015 tidak secerah yang dibayangkan. Tetapi kita sudah perhitungkan risiko dan bisa diterima jika menimpa bisnis kita,”jelasnya.

Kendati demikian, Lisa menegaskan bahwa ke depan, perseroan tetap melakukan ekspansi bisnis dengan menambah outlet dan pengembngan merek. "Seperti pengembangan merek The WORX by JOBB ini yang terus dikembangkan. Jadi bukan hal baru,"kata dia.

Selain itu, TRIS, lanjut Lisa juga akan terus menambah jumlah gerai, sebagai dampak dari rencana TRIS yang akan terus nenambah merek baru. "Nanti ada penambahan brand baru Hallmark. Akan kita launching dalam waktu dekat," ujar Lisa.

Rencanaya, launching pertama Hallmark akan dilakukan di SOGO Plaza Senayan di kuartal pertama 2015 ini. "Selanjutnya kita lihat lagi perkuartal (untuk penambahan gerai Hallmark)," ungkap Rudolf Simarmata menambahkan.

Lisa lebih lanjut menjelaskan, tahun ini TRIS telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 1 juta. Selain untuk mendukung penambahan kapasitas otomatisasi (mesin) yang sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir, angka capex tersebut juga untuk mendukung pemasaran dan pengembangan merek."Pengembangan merek dan pemasaran itu kita anggarkan sebesar Rp15 miliar. Sumbernya 100% ada dari bank, tetapi itu standby loan. Kita perhatikan juga dengan posisi suku bunga yang masih tinggi, jadi kita coba otptimalkan dana internal untuk operasional," tukas Lisa.

Disamping itu, saat ini yang menjadi perhatian perseroan adalah meningkatkan brand awareness dari brand-brand yang ada. Oleh karena, perseroan akan terus menggiatkan promosi. Ke depan, sambung Lisa, TRIS juga mempunyai rencana untuk mengakusisi lagi perusahaan ritel guna memperkuat bisnisnya. "Ada satu perusahaan dan kami sedang mematangkan untuk dapat value terbaik. Tidak jauh dari ritel company. Yang cukup serius lokal, satu perusahaan," beber Lisa. (bani)

Related posts